INHU — Suasana berbeda terlihat di kawasan Danau Baru, Desa Kungkil, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu, Minggu (13/9/2026). Ratusan warga tumpah ruah mengikuti tradisi melauh, menangkap ikan bersama-sama dengan cara menangguk, menjaring hingga menjala.
Tak kurang dari 500 orang hadir dan meramaikan kegiatan tersebut. Mereka datang dari berbagai desa, bahkan dari sejumlah kecamatan, menjadikan tradisi melauh kali ini bukan sekadar kegiatan menangkap ikan, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dan hiburan masyarakat.
Keseruan semakin terasa ketika ikan mulai bermunculan. Warga, termasuk kaum emak-emak, terlihat antusias turun ke air dengan peralatan masing-masing. Hiruk-pikuk, tawa dan sorak-sorai pun pecah saat ikan berhasil ditangkap.
Menariknya, tradisi melauh di danau tersebut disebut sudah hampir sepuluh tahun tidak dilaksanakan. Kembali digelarnya kegiatan ini pun disambut antusias oleh masyarakat.
Tokoh pemuda setempat, Repi Putra Yandi, SH, mengatakan bahwa tujuan utama kegiatan bukan semata-mata mengejar banyaknya ikan yang diperoleh.
“Yang kita cari bukan hanya ikannya. Yang lebih penting adalah kebersamaan, silaturahmi dan kesenangan masyarakat. Hari ini kita bisa berkumpul bersama, saling bercanda dan menikmati suasana tanpa memikirkan hiruk-pikuk aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Menurutnya, antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa tradisi melauh masih memiliki tempat tersendiri di hati warga. Kegiatan seperti ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarmasyarakat dari berbagai desa dan kecamatan.
Kemeriahan semakin lengkap dengan hadirnya berbagai kalangan, termasuk Humas PT Inecda, Joko Dwiyono, yang turut membaur bersama masyarakat.
“Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilestarikan. Bukan soal berapa banyak ikan yang didapat, tetapi bagaimana masyarakat bisa berkumpul, bergembira dan menjaga kebersamaan,” tambah Repi.
Sejak pagi, kawasan Danau Baru pun berubah menjadi ruang rekreasi rakyat. Ada yang membawa jala, ada yang menangguk, ada pula yang memilih menjaring. Semua larut dalam keseruan melauh, sebuah tradisi sederhana yang ternyata mampu menghadirkan kegembiraan luar biasa.
Setelah hampir satu dekade vakum, Melauh Danau Baru akhirnya kembali—membawa ikan sebagai hasil tangkapan, tetapi meninggalkan cerita kebersamaan yang jauh lebih berharga.

