Pendidikan

75 Anak Petani Sawit Inhu Lulus Beasiswa SDM Sawit, Apkasindo Cetak Generasi Baru di Angkatan ke-26

75 Anak Petani Sawit Inhu Lulus Beasiswa SDM Sawit, Apkasindo Cetak Generasi Baru di Angkatan ke-26

SEBERIDA, INHU — Upaya Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) keluarga petani sawit kembali membuahkan hasil.

Memasuki angkatan ke-26, Apkasindo Inhu berhasil membimbing anak-anak petani sawit dalam menghadapi proses seleksi beasiswa pendidikan tinggi yang dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Khusus peserta yang mengikuti pendampingan melalui program bimbingan belajar (bimbel) Apkasindo Inhu pada tahun 2026, tercatat sebanyak 103 calon mahasiswa SDM Sawit. Dari jumlah tersebut, 75 anak petani sawit dinyatakan lulus dan akan melanjutkan pendidikan melalui jalur beasiswa sawit di sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Capaian tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi keluarga petani sawit di Inhu. Namun, angka 103 peserta tersebut merupakan data khusus peserta yang mendapatkan pendampingan bimbel Apkasindo Inhu pada tahun 2026, bukan keseluruhan peserta seleksi beasiswa SDM Sawit asal Kabupaten Inhu.

Berdasarkan data keseluruhan yang dihimpun Pemerintah Kabupaten Inhu, jumlah peserta asal Inhu yang telah dinyatakan lulus pada tahapan tersebut mencapai 229 orang, meskipun sebagian di antaranya masih berstatus sebagai peserta cadangan.

Dari total 229 peserta tersebut, 115 peserta di antaranya mendapatkan pendampingan melalui bimbingan belajar yang dilaksanakan Apkasindo Inhu. Sementara angka 103 peserta merupakan jumlah peserta pada program bimbel yang menjadi bagian dari kegiatan pendampingan Apkasindo pada tahun 2026 yang dilepas dalam kegiatan tersebut.

Ketua DPD Apkasindo Inhu, Dadik Supriyanto, mengatakan pihaknya akan terus memperjuangkan peningkatan kuota penerima beasiswa SDM BPDP bagi anak-anak petani sawit di Kabupaten Inhu.

“Ke depan, kami akan terus bernegosiasi untuk meningkatkan kuota penerima beasiswa SDM BPDP sesuai dengan yang diharapkan bersama,” kata anggota DPRD Inhu ini.

Hal tersebut disampaikannya dalam acara pelepasan peserta bimbingan belajar SDM beasiswa sawit Apkasindo, yang digelar di Sekretariat Bimbel Belilas, Cafetaria Tegar, Kecamatan Seberida, Rabu (9/9/2026).

Tak hanya memperjuangkan peningkatan kuota, Apkasindo Inhu juga tengah berupaya agar ITB Rengat dapat menjadi salah satu perguruan tinggi mitra BPDP dalam program beasiswa SDM Sawit.

Menurut Dadik, keberadaan perguruan tinggi mitra di daerah akan semakin membuka peluang bagi anak-anak petani sawit Inhu untuk mendapatkan pendidikan tinggi.

Di hadapan para penerima beasiswa, Dadik juga menyampaikan pesan agar kesempatan yang telah diperoleh tidak disia-siakan.

Ia meminta para penerima beasiswa memaksimalkan kesempatan tersebut dengan belajar sungguh-sungguh dan memberikan prestasi terbaik.

“Saya berpesan kepada anak-anak yang mendapatkan beasiswa, maksimalkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Jangan disia-siakan. Semua biaya sudah ditanggung melalui program beasiswa, jadi manfaatkan kesempatan ini untuk belajar sungguh-sungguh dan berikan yang terbaik,” pesan Dadik.

Ia juga berharap para penerima beasiswa mampu menjaga nama baik orang tua, daerah, serta Apkasindo selama menempuh pendidikan.

“Buktikan bahwa anak petani sawit juga mampu bersaing dan berprestasi. Raih cita-cita setinggi mungkin, banggakan orang tua, dan nantinya jadilah generasi yang bisa memberikan manfaat bagi daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Pelepasan Peserta Bimbingan Belajar SDM Beasiswa Sawit, Juliandi, berharap ke depan terjalin kerja sama yang semakin kuat antara asosiasi dan pemerintah daerah, khususnya dalam memberikan pendampingan bimbingan belajar bagi anak-anak petani sawit.

Menurutnya, keberadaan bimbel sangat membantu calon peserta dalam menghadapi tahapan seleksi beasiswa yang cukup kompetitif.

Sementara itu, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnakan) Inhu, Rowiguna, menerangkan bahwa berdasarkan data terakhir, jumlah peserta asal Inhu yang berhasil lulus pada tahapan tersebut tergolong tinggi dibandingkan kabupaten lainnya.

“Dari total data terakhir ada 229 peserta yang sudah lulus, meskipun beberapa di antaranya masih berstatus sebagai cadangan,” terang Rowiguna.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 115 peserta mendapatkan pendampingan melalui bimbingan belajar yang dilakukan Apkasindo Inhu.

Atas capaian tersebut, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Apkasindo Inhu yang telah aktif melakukan pendampingan terhadap anak-anak petani sawit.

“Pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada pihak asosiasi, dalam hal ini Apkasindo Inhu, yang telah melakukan pendampingan dalam bentuk bimbel,” ujarnya.

Ke depan, kata Rowiguna, pemerintah daerah akan terus mengusahakan peningkatan kuota penerimaan beasiswa SDM BPDP untuk Kabupaten Indragiri Hulu.

Dengan semakin luasnya akses pendidikan tinggi bagi anak-anak petani sawit, diharapkan program beasiswa tersebut tidak hanya menjadi jalan untuk meningkatkan kualitas pendidikan keluarga petani, tetapi juga melahirkan generasi penerus yang memiliki kompetensi dan mampu berkontribusi bagi kemajuan sektor perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Indragiri Hulu.

Dari kebun sawit, lahir generasi berpendidikan. Dari anak-anak petani inilah masa depan perkebunan Inhu diharapkan semakin maju.***