Daerah

Darurat Air Bersih di Danau Tiga! Sumur Mengering, Warga Terpaksa Bendung Sungai dengan Karung Pasir

Darurat Air Bersih di Danau Tiga! Sumur Mengering, Warga Terpaksa Bendung Sungai dengan Karung Pasir

RENGAT BARAT, INHU — Kemarau panjang mulai benar-benar mencekik kehidupan warga. Bukan sekadar panas dan debu, persoalan yang kini paling dirasakan masyarakat adalah krisis air bersih.

Kondisi tersebut dialami warga Desa Danau Tiga, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Hampir satu bulan terakhir, masyarakat setempat harus berjibaku mencari air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari mencuci, memasak hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.

Sejumlah sumur warga mulai mengering. Parit-parit yang selama ini menjadi sumber air pun ikut menyusut bahkan sebagian telah kering. Sementara satu-satunya aliran sungai yang berada di pinggiran desa juga kondisinya semakin memprihatinkan karena debit air terus mengecil.

Tak ingin hanya pasrah menunggu, warga akhirnya berinisiatif membuat bendungan sederhana dari karung yang diisi pasir di aliran sungai tersebut. Cara sederhana itu dilakukan agar air yang tersisa dapat terkumpul dan masih bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan tertentu.

Namun, sampai saat ini warga mengaku belum mendapatkan distribusi bantuan air bersih dari pemerintah daerah setempat, sementara kebutuhan air semakin mendesak.

Kondisi ini tentu menjadi pertanyaan: sampai kapan warga harus bertahan dengan cara seadanya di tengah kemarau panjang?

Bagi masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi, membeli air mungkin masih menjadi pilihan. Sebagian warga yang mampu bahkan harus membeli air dengan kapasitas sekitar 1.000 liter seharga Rp100 ribu.

Persoalannya, tidak semua warga memiliki kemampuan yang sama.

Rp100 ribu mungkin terlihat kecil bagi sebagian orang, tetapi bagi keluarga yang penghasilannya pas-pasan, uang sebesar itu bisa berarti biaya makan untuk beberapa hari.

"Jangankan untuk membeli air, untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari saja masih harus berutang sana-sini," keluh warga.

Krisis air bersih bukan lagi persoalan sepele. Jika kondisi kemarau terus berlanjut dan sumber air semakin mengering, masyarakat bukan hanya kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga berpotensi menghadapi persoalan kesehatan dan sanitasi.

Warga Desa Danau Tiga berharap pemerintah daerah tidak menunggu sampai kondisi semakin parah. Mereka membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar imbauan.

Melalui pemberitaan ini, masyarakat berharap Pemkab Inhu dan pihak terkait dapat segera turun tangan untuk menyalurkan bantuan air bersih ke Desa Danau Tiga, terutama bagi warga yang secara ekonomi tidak mampu membeli air secara mandiri.

Jangan sampai warga harus menunggu sumur benar-benar kering, sungai benar-benar mati, dan masyarakat benar-benar kehabisan air, baru bantuan datang.

Di tengah kemarau panjang seperti sekarang, air bukan lagi sekadar kebutuhan—air adalah kebutuhan dasar untuk bertahan hidup.***