<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Latest Posts</title><link>https://beritainhu.com/</link><description>Latest posts of our site.</description><atom:link href="https://beritainhu.com/rss" rel="self" type="application/rss+xml" /><item><title>Dari Tawa Berubah Haru, Maulid Nabi di SMPN 2 Singingi Bikin Siswa dan Guru Meneteskan Air Mata</title><link>https://beritainhu.com/news/detail/3824/dari-tawa-berubah-haru-maulid-nabi-di-smpn-2-singingi-bikin-siswa-dan-guru-meneteskan-air-mata</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;KUANTAN SINGINGI&lt;/strong&gt; — Suasana berbeda terasa di SMP Negeri 2 Singingi, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, saat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Kamis (17/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peringatan yang biasanya identik dengan ceramah dan rangkaian acara seremonial itu kali ini dikemas lebih dekat dengan dunia anak&#45;anak. Para siswa diajak mengikuti perjalanan kisah yang dipenuhi tawa, permainan, kejutan, hingga akhirnya berujung pada suasana haru yang membuat sejumlah siswa dan guru meneteskan air mata.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekolah menghadirkan Kak Dudung Sulaeman (KDS), pendongeng Islami asal Riau dari Pekanbaru. Dengan pengalaman di berbagai bidang, termasuk pernah menjadi chef di Timur Tengah dan berkecimpung dalam produksi sinetron kolosal Genta Buana Pitaloka di Indosiar, KDS membawa pendekatan berbeda dalam menyampaikan pesan&#45;pesan keteladanan Rasulullah SAW.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, di SMPN 2 Singingi, seluruh pengalaman tersebut diarahkan pada satu tujuan sederhana: mengajak generasi muda mengenal Rasulullah Muhammad SAW, mencintai beliau, dan memahami bahwa kecintaan kepada Rasul harus tercermin melalui akhlak sehari&#45;hari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejak awal tampil, perhatian ratusan siswa langsung tertuju kepada KDS. Kisah tentang Rasulullah SAW disampaikan bukan dalam bentuk ceramah yang kaku, melainkan melalui storytelling, humor edukatif, ice breaking, sulap, permainan hingga aktivitas bernuansa Pramuka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Suasana pun pecah oleh tawa.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terlebih ketika muncul sosok kecil yang menjadi pendamping KDS, yakni Si Bocil, boneka mungil yang tampil dengan tingkah lucu, polos dan spontan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kehadiran Si Bocil membuat para siswa semakin larut dalam acara. Ada yang tertawa, ada yang ikut menjawab celotehannya, bahkan sebagian siswa tampak penasaran menunggu setiap kemunculannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;strong&gt;Tanpa terasa, sekitar satu setengah jam berlalu.&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menariknya, siswa yang semula dikhawatirkan mudah kehilangan konsentrasi justru tetap antusias mengikuti rangkaian acara. Mereka tertawa saat permainan berlangsung, aktif ketika diajak berinteraksi, namun perlahan berubah hening ketika cerita mulai diarahkan kepada kehidupan dan akhlak Rasulullah SAW.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;KDS menyampaikan pesan tentang kejujuran, kasih sayang, menghormati orang tua dan guru, menjaga perasaan sesama, serta pentingnya membangun akhlak mulia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pesan&#45;pesan tersebut tidak disampaikan dengan bahasa yang berat. Kisah Rasulullah SAW dibawa lebih dekat dengan kehidupan para siswa, sehingga mereka tidak hanya mendengar, tetapi juga diajak memahami bagaimana keteladanan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari&#45;hari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dari Tawa Menuju Air Mata&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagian paling menyentuh terjadi menjelang acara berakhir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah sebelumnya dipenuhi tawa dan keceriaan, suasana tiba&#45;tiba berubah ketika KDS mengajak seluruh siswa dan guru melakukan muhasabah dan doa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ratusan siswa yang sebelumnya riuh perlahan terdiam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Kepala mulai tertunduk. Suasana menjadi hening.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Renungan tentang kasih sayang dan pengorbanan orang tua, perjuangan para guru dalam mendidik, kesempatan untuk memperbaiki diri, serta kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW disampaikan dengan penuh penghayatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Suasana yang awalnya penuh gelak tawa itu akhirnya berubah menjadi haru.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Sejumlah siswa dan guru tampak menyeka air mata.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tangisan tersebut bukan sekadar karena kesedihan, tetapi karena tersentuh oleh pesan yang sederhana namun dalam: mencintai Rasulullah SAW bukan hanya dengan mengagumi kisah hidup beliau, tetapi dengan berusaha meneladani akhlaknya dalam kehidupan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;KDS tampil total dalam menyampaikan pesan tersebut. Kemampuan storytelling, komunikasi panggung, ice breaking, sulap dan permainan edukatif dipadukan menjadi sebuah pertunjukan yang bukan hanya menghibur, tetapi juga sarat nilai pendidikan karakter.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hari itu, para siswa mendapatkan sebuah pengalaman yang mungkin akan lebih lama mereka ingat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari tawa mereka belajar. Dari kisah mereka mengenal Rasulullah. Dari renungan mereka bercermin. Dan dari doa mereka diajak kembali mengingat orang tua, guru serta pentingnya memperbaiki akhlak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maulid Nabi di SMPN 2 Singingi akhirnya bukan sekadar kegiatan untuk memperingati kelahiran Rasulullah SAW.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lebih dari itu, menjadi momentum untuk menanamkan pesan bahwa ilmu akan semakin berarti ketika dihiasi akhlak, dan kecintaan kepada Rasulullah SAW akan semakin bermakna ketika diwujudkan dalam perilaku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semoga pesan yang disampaikan dalam peringatan Maulid Nabi tersebut tidak berhenti ketika acara selesai, tetapi terus tumbuh dalam keseharian para siswa—menjadi anak yang menghormati orang tua, menghargai guru, menyayangi sesama dan menjadikan akhlak mulia sebagai bagian dari kehidupannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari panggung yang penuh tawa, lahir sebuah renungan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari kisah Rasulullah SAW, tumbuh harapan akan generasi yang berakhlak. (sur)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber media sosial:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;FB: Dudung Sulaeman&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Instagram: Kak Dudung Pendongeng Riau&lt;/p&gt;&lt;p&gt;TikTok: Kak Dudung Sulaeman Pendongeng Riau&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://beritainhu.com/assets/berita/original/87533577301-img_20260917_151819.jpg"/><pubDate>Thu, 17 Sep 2026 15:27:43 +0700</pubDate><guid>https://beritainhu.com/news/detail/3824/dari-tawa-berubah-haru-maulid-nabi-di-smpn-2-singingi-bikin-siswa-dan-guru-meneteskan-air-mata</guid></item><item><title>Lawan Dampak Kemarau, Polsek Batang Gansal Perkuat Pekarangan Bergizi Desa Seberida</title><link>https://beritainhu.com/news/detail/3823/lawan-dampak-kemarau-polsek-batang-gansal-perkuat-pekarangan-bergizi-desa-seberida</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;INHU&lt;/strong&gt; &#45; Di tengah kemarau panjang yang masih melanda wilayah Kabupaten Indragiri Hulu dan sekitarnya, upaya menjaga ketahanan pangan terus digencarkan. Polsek Batang Gansal menunjukkan komitmennya dengan melaksanakan peninjauan langsung program ketahanan pangan pekarangan bergizi di Desa Seberida.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan peninjauan tersebut dilaksanakan pada Senin, 14 September 2026, sekira pukul 09.10 WIB, bertempat di pekarangan milik Bapak Suparmin, Desa Seberida, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Inhu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolsek Batang Gansal IPTU Jimmy Lano, S.Sos dalam laporannya kepada Kapolres Inhu menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional, terutama saat kondisi cuaca ekstrem.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Di saat kemarau panjang seperti sekarang, pemanfaatan pekarangan rumah menjadi sangat vital. Kami ingin memastikan warga tetap produktif dan memiliki sumber pangan bergizi mandiri di tengah cuaca yang tidak menentu,&quot; ujar IPTU Jimmy Lano.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam peninjauan tersebut, petugas pelaksana Briptu Syahrul Rahmadhani, SH (NRP 98010669) melakukan pengecekan langsung terhadap tanaman yang dibudidayakan warga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adapun jenis tanaman yang dikembangkan di pekarangan bergizi milik Bapak Suparmin tersebut adalah tanaman Pepaya. Di tengah lahan yang mengering akibat kemarau, tanaman pepaya tersebut terpantau tumbuh dengan baik dan terawat, menjadi contoh bahwa pekarangan tetap bisa produktif dengan pengelolaan yang tepat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi warga Desa Seberida dan Kecamatan Batang Gansal lainnya untuk tetap mengoptimalkan lahan pekarangan sebagai lumbung pangan keluarga, sehingga ketahanan pangan tetap terjaga meski dihadapkan pada ancaman kemarau panjang.***&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://beritainhu.com/assets/berita/original/44937689328-img-20260917-wa0084.jpg"/><pubDate>Thu, 17 Sep 2026 13:53:17 +0700</pubDate><guid>https://beritainhu.com/news/detail/3823/lawan-dampak-kemarau-polsek-batang-gansal-perkuat-pekarangan-bergizi-desa-seberida</guid></item><item><title>Tanah Kering, Pepaya Tetap Dipelihara: Ketahanan Pangan Diuji Kemarau</title><link>https://beritainhu.com/news/detail/3822/tanah-kering-pepaya-tetap-dipelihara-ketahanan-pangan-diuji-kemarau</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;BATANG GANSAL, INHU&lt;/strong&gt; — Suasana kemarau panjang yang masih melanda sejumlah wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) turut menjadi tantangan bagi program ketahanan pangan masyarakat. Kondisi cuaca yang kering membuat pemantauan terhadap tanaman pangan di lingkungan pekarangan warga terus dilakukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada Selasa, 15 September 2026 sekitar pukul 09.10 WIB, jajaran Polsek Batang Gansal melaksanakan peninjauan pekarangan pangan bergizi di rumah warga, tepatnya di kediaman Bapak Mail, Desa Seberida, Kecamatan Batang Gansal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peninjauan dilakukan oleh Briptu Syahrul Rahmadhani, SH, sebagai bagian dari pemantauan perkembangan tanaman yang mendukung program ketahanan pangan di tingkat masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kegiatan tersebut, tanaman pepaya menjadi salah satu tanaman yang dipantau. Di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung, keberadaan tanaman produktif di pekarangan warga menjadi bagian penting dalam upaya menjaga ketersediaan pangan keluarga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemarau panjang memang menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat yang mengembangkan tanaman di pekarangan. Ketersediaan air dan kondisi tanah yang cenderung kering menjadi faktor yang perlu diperhatikan agar tanaman tetap dapat tumbuh dan berkembang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolsek Batang Gansal Iptu Jimmy Lano, S.Sos. melalui kegiatan tersebut menegaskan pentingnya pemantauan ketahanan pangan masyarakat, khususnya di tengah kondisi cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan peninjauan berlangsung dalam keadaan aman, tertib dan lancar.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://beritainhu.com/assets/berita/original/85488932522-img-20260917-wa0077.jpg"/><pubDate>Thu, 17 Sep 2026 13:34:23 +0700</pubDate><guid>https://beritainhu.com/news/detail/3822/tanah-kering-pepaya-tetap-dipelihara-ketahanan-pangan-diuji-kemarau</guid></item><item><title>Kemarau Panjang, Jagung Petani Seberida Mulai Layu, Program Ketahanan Pangan Diuji</title><link>https://beritainhu.com/news/detail/3821/kemarau-panjang-jagung-petani-seberida-mulai-layu-program-ketahanan-pangan-diuji</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;INHU&lt;/strong&gt; — Kemarau panjang yang masih melanda Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mulai memberikan dampak terhadap tanaman pertanian masyarakat. Kondisi tersebut terlihat dalam pengecekan tanaman jagung pipil di Desa Seberida, Kecamatan Batang Gansal, Kamis (17/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tengah upaya mendorong program swasembada pangan dan ketahanan pangan, sebagian besar tanaman petani di wilayah tersebut dilaporkan mulai mengalami kekeringan. Daun tanaman terlihat layu dan menguning akibat minimnya pasokan air selama musim kemarau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengecekan dilakukan Bhabinkamtibmas Polsek Batang Gansal, Bripka Habibi S dan Briptu Syahrul Rahmadhani, S.H., sekitar pukul 08.00 WIB hingga selesai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah satu lokasi yang dipantau merupakan lahan milik masyarakat Desa Seberida yang ditanami jagung pipil dalam rangka mendukung program Asta Cita Presiden di bidang ketahanan pangan. Tanaman jagung tersebut saat ini telah berusia sekitar 60 hari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengelolaan tanaman dilakukan oleh Kelompok Tani CSR PT SIR dengan memanfaatkan lahan milik masyarakat setempat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, kondisi di lapangan menunjukkan tantangan yang tidak ringan. Kemarau panjang membuat hampir seluruh tanaman petani mengalami tekanan akibat kekurangan air. Tanaman yang sebelumnya diharapkan tumbuh subur kini banyak yang tampak layu dan menguning.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kondisi tersebut menjadi perhatian karena tanaman jagung berada pada fase pertumbuhan yang membutuhkan perawatan dan dukungan air yang cukup agar dapat berkembang optimal hingga masa panen.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengecekan sekaligus menjadi bagian dari pemantauan terhadap perkembangan tanaman serta kondisi ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Batang Gansal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski kondisi tanaman terdampak kemarau, selama kegiatan berlangsung situasi di lokasi tetap aman dan terkendali.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolsek Batang Gansal IPTU Jimmy Lano, S.Sos., melalui kegiatan tersebut memastikan pemantauan terhadap program ketahanan pangan tetap dilakukan, terutama di tengah kondisi cuaca yang cukup ekstrem dan berpotensi memengaruhi hasil pertanian masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemarau bukan hanya membuat tanah mengering. Bagi petani, setiap tanaman yang layu adalah tanda bahwa perjuangan menjaga ketahanan pangan sedang menghadapi ujian di lapangan.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://beritainhu.com/assets/berita/original/29583551890-img-20260917-wa0076.jpg"/><pubDate>Thu, 17 Sep 2026 11:41:14 +0700</pubDate><guid>https://beritainhu.com/news/detail/3821/kemarau-panjang-jagung-petani-seberida-mulai-layu-program-ketahanan-pangan-diuji</guid></item><item><title>Kemarau Panjang Menguji Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Pantau Tanaman Pare Warga Bandar Padang</title><link>https://beritainhu.com/news/detail/3820/kemarau-panjang-menguji-ketahanan-pangan-bhabinkamtibmas-pantau-tanaman-pare-warga-bandar-padang</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;INHU&lt;/strong&gt; — Kemarau panjang yang masih melanda sejumlah wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mulai memberi dampak terhadap tanaman pangan masyarakat. Kondisi tanah yang kering membuat sebagian tanaman terlihat layu dan menguning akibat terbatasnya ketersediaan air.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tengah kondisi tersebut, upaya menjaga ketahanan pangan masyarakat tetap dilakukan. Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 09.30 WIB, Bhabinkamtibmas Polsek Seberida, Aipda Hendrio, melaksanakan kegiatan sambang dan pemantauan tanaman pangan milik masyarakat di areal perumahan warga Desa Bandar Padang, Kecamatan Seberida.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas menyambangi warga yang memanfaatkan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman pare sebagai bagian dari upaya mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, suasana kemarau panjang menjadi tantangan tersendiri. Tanaman yang berada di lahan pekarangan tampak mulai layu dan sebagian daun menguning karena kondisi cuaca yang panas serta minimnya pasokan air.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aipda Hendrio berdialog langsung dengan warga untuk mengetahui kondisi tanaman sekaligus memberikan motivasi agar pemanfaatan lahan pekarangan tetap dilakukan secara produktif dengan memperhatikan kondisi dan ketersediaan air.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kondisi kemarau tentu menjadi tantangan bagi masyarakat yang mengembangkan tanaman pangan. Namun, pemanfaatan lahan pekarangan tetap perlu didorong agar masyarakat dapat memenuhi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bhabinkamtibmas juga mengimbau masyarakat agar menjaga tanaman yang masih dapat dipertahankan serta memanfaatkan sumber air yang tersedia secara bijak selama musim kemarau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan sambang tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Polri mendukung ketahanan pangan dari tingkat desa, khususnya melalui pemanfaatan lahan pekarangan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tengah kemarau yang belum sepenuhnya berakhir, tanaman yang mulai layu dan menguning menjadi gambaran nyata bahwa ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai hasil panen, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu mempertahankan tanaman dan lahan produktif di tengah keterbatasan air.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman dan kondusif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolsek Seberida Kompol Handono Sujaryanto, S.Sos., M.H. mengatakan, kegiatan Bhabinkamtibmas tersebut merupakan bentuk pendampingan kepada masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan lahan pekarangan secara produktif dan berkelanjutan.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://beritainhu.com/assets/berita/original/15823312080-img-20260917-wa0094.jpg"/><pubDate>Thu, 17 Sep 2026 10:21:25 +0700</pubDate><guid>https://beritainhu.com/news/detail/3820/kemarau-panjang-menguji-ketahanan-pangan-bhabinkamtibmas-pantau-tanaman-pare-warga-bandar-padang</guid></item><item><title>Kualitas Udara Masih Tidak Sehat, Bupati Inhu Perpanjang Belajar Dari Rumah Hingga 18 September</title><link>https://beritainhu.com/news/detail/3819/kualitas-udara-masih-tidak-sehat-bupati-inhu-perpanjang-belajar-dari-rumah-hingga-18-september</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;INHU&lt;/strong&gt; – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) kembali memperpanjang kebijakan pembelajaran jarak jauh bagi siswa sekolah. Melalui Surat Edaran (SE) Nomor: 100.3.4.2/DISDIKBUD/33 yang ditandatangani pada Selasa (16/9/2026), Bupati Ade Agus Hartanto menginstruksikan perpanjangan pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keputusan ini diambil lantaran kondisi kualitas udara di wilayah Inhu hingga saat ini masih menunjukkan kategori tidak sehat. Langkah preventif ini bertujuan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik, tenaga pendidik, serta kependidikan dari dampak polusi udara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan surat edaran terbaru tersebut, seluruh satuan pendidikan di bawah kewenangan Pemkab Inhu (PAUD, TK, SD/MI, SMP/MTs Negeri dan Swasta) wajib melanjutkan kegiatan pembelajaran secara daring pada tanggal 17 hingga 18 September 2026.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, untuk satuan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama, diminta untuk menyesuaikan jadwal pembelajaran dengan ketentuan dari kementerian terkait, namun tetap wajib memprioritaskan kondisi kualitas udara serta keselamatan warga sekolah. Selama masa perpanjangan BDR/PJJ, semua sekolah juga dihimbau untuk strictly membatasi aktivitas di luar ruangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bupati Ade Agus Hartanto menegaskan bahwa kebijakan ini bersifat dinamis dan akan terus dipantau. Pelaksanaan pembelajaran tatap muka setelah tanggal 18 September 2026 akan disesuaikan kembali dengan perkembangan kondisi kualitas udara terkini dan akan diinformasikan lebih lanjut kepada masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Surat Edaran Nomor 100.3.4.2/DISDIKBUD/33 ini merupakan tindak lanjut dari SE sebelumnya (Nomor 100.3.4.2/DISDIKBUD/29 tertanggal 15 Sept 2026). Pemerintah kabupaten mengimbau kepada orang tua/wali murid untuk tetap memantau kesehatan anak&#45;anak selama berada di rumah dan mendukung kelancaran proses pembelajaran jarak jauh demi keselamatan bersama. (Red)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://beritainhu.com/assets/berita/original/65108741166-img_20260917_093002.jpg"/><pubDate>Thu, 17 Sep 2026 09:32:22 +0700</pubDate><guid>https://beritainhu.com/news/detail/3819/kualitas-udara-masih-tidak-sehat-bupati-inhu-perpanjang-belajar-dari-rumah-hingga-18-september</guid></item><item><title>Legend Belilas FC Gelar Piala Kecamatan Seberida Cup U.40, Total Hadiah Puluhan Juta Rupiah</title><link>https://beritainhu.com/news/detail/3818/legend-belilas-fc-gelar-piala-kecamatan-seberida-cup-u40-total-hadiah-puluhan-juta-rupiah</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;SEBERIDA, INHU&lt;/strong&gt; – Gairah sepak bola di kalangan pemain senior atau &quot;legend&quot; kembali bergelora di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Komunitas Legend Belilas FC announced akan menggelar turnamen bergengsi bertajuk &quot;Piala Kecamatan Seberida Cup U.40&quot;. Turnamen ini mengusung tema &quot;Untuk Para Legend yang Tak Pernah Padam!&quot; dengan semangat sportivitas dan persaudaraan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Turnamen yang terbuka untuk umum (Open Tournament) ini khusus diikuti oleh pemain dengan joker kelahiran tahun 1987 (maksimal 2 orang per tim). Kegiatan ini dijadwalkan akan berlangsung mulai 22 September 2026 dan pertandingan akan dilaksanakan setiap hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Lokasi pertandingan bertempat di Stadion Mini Redesta Titian Resak, Kec. Seberida, Kab. Inhu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Panitia menyiapkan total hadiah berupa uang tunai puluhan juta rupiah bagi para pemenang:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;* &amp;nbsp; Juara 1: Rp 10.000.000 + Medali + Trophy&lt;/p&gt;&lt;p&gt;* &amp;nbsp; Juara 2: Rp 7.000.000 + Medali + Trophy&lt;/p&gt;&lt;p&gt;* &amp;nbsp; Juara 3: Rp 4.000.000 + Trophy&lt;/p&gt;&lt;p&gt;* &amp;nbsp; Juara 4: Rp 2.000.000 + Trophy&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk mengikuti kompetisi ini, setiap tim diwajibkan membayar biaya pendaftaran (insert) sebesar Rp 1.000.000 dengan minimal DP 50% dan uang jaminan Rp 200.000. Persyaratan utama bagi peserta adalah wajib memiliki KTP Asli.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua Panitia, Yosua Sembiring, melalui kontak person Semberg (0896&#45;4898&#45;8800) dan Rafiyo (0852&#45;7878&#45;0382) mengimbau agar tim&#45;tim terbaik segera mendaftarkan diri karena pendaftaran telah dibuka. Pembayaran dapat dilakukan via Transfer Bank BRI (No. Rek: 107901082148507 a.n Yosua Sembiring) atau via DANA ke nomor 0896&#45;4898&#45;8800.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai rangkaian awal, Technical Meeting akan dilaksanakan pada 20 September 2026 bertempat di Aula Desa Titian Resak. Acara ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antar&#45;pemain sepak bola senior di wilayah Seberida dan sekitarnya. (Red)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://beritainhu.com/assets/berita/original/58868213177-img-20260916-wa0106.jpg"/><pubDate>Thu, 17 Sep 2026 09:25:38 +0700</pubDate><guid>https://beritainhu.com/news/detail/3818/legend-belilas-fc-gelar-piala-kecamatan-seberida-cup-u40-total-hadiah-puluhan-juta-rupiah</guid></item><item><title>Kemarau Panjang Jadi Ujian, Pekarangan Bergizi Warga Seberida Tetap Dipantau</title><link>https://beritainhu.com/news/detail/3817/kemarau-panjang-jadi-ujian-pekarangan-bergizi-warga-seberida-tetap-dipantau</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;INHU&lt;/strong&gt; — Program ketahanan pangan melalui pemanfaatan pekarangan warga terus mendapat perhatian di tengah kondisi kemarau panjang yang masih melanda sejumlah wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada Rabu, 16 September 2026 sekitar pukul 09.10 WIB, jajaran Polsek Batang Gansal melakukan peninjauan terhadap kegiatan ketahanan pangan pekarangan bergizi di rumah warga Desa Seberida, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Inhu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peninjauan dilakukan oleh Briptu Syahrul Rahmadhani, S.H., dengan lokasi pekarangan pangan bergizi milik warga bernama Adi. Salah satu komoditas yang ditanam di pekarangan tersebut adalah kacang tanah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, program pemanfaatan pekarangan untuk ketahanan pangan kali ini berlangsung di tengah tantangan alam yang cukup berat. Kemarau panjang membuat kondisi tanah semakin kering, sementara sebagian tanaman di sejumlah pekarangan warga mulai terlihat layu dan menguning akibat terbatasnya ketersediaan air.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa upaya mewujudkan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga tidak selalu mudah. Selain membutuhkan lahan dan bibit, keberhasilan tanaman juga sangat bergantung pada ketersediaan air dan perawatan, terutama ketika musim kemarau berlangsung cukup panjang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski demikian, pemanfaatan pekarangan tetap menjadi langkah penting dalam mendukung ketersediaan pangan keluarga. Dengan perawatan dan penyiraman yang dilakukan secara optimal sesuai kondisi yang ada, tanaman pangan diharapkan tetap dapat bertahan hingga masa panen.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolsek Batang Gansal IPTU Jimmy Lano, S.Sos., melalui kegiatan peninjauan tersebut memastikan program ketahanan pangan di wilayahnya tetap mendapat perhatian dan pemantauan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib dan lancar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tengah tanah yang mulai mengering dan tanaman yang sebagian menguning, semangat memanfaatkan pekarangan untuk pangan keluarga menjadi bagian dari ikhtiar warga menghadapi musim kemarau yang belum juga berakhir.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://beritainhu.com/assets/berita/original/33340860138-img-20260917-wa0075.jpg"/><pubDate>Thu, 17 Sep 2026 09:21:30 +0700</pubDate><guid>https://beritainhu.com/news/detail/3817/kemarau-panjang-jadi-ujian-pekarangan-bergizi-warga-seberida-tetap-dipantau</guid></item><item><title>KKP Sespimen Polri di Inhu Berakhir, Serdik Dalami Penanganan Karhutla hingga Turun Langsung Edukasi Warga</title><link>https://beritainhu.com/news/detail/3816/kkp-sespimen-polri-di-inhu-berakhir-serdik-dalami-penanganan-karhutla-hingga-turun-langsung-edukasi-warga</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;INHU&lt;/strong&gt; — Rangkaian Kuliah Kerja Profesi (KKP) Serdik Sespimmen Angkatan 67 Pokjar VI di wilayah hukum Polres Indragiri Hulu (Inhu), Polda Riau, resmi berakhir, Rabu (16/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama berada di Kabupaten Indragiri Hulu, sebanyak 10 Serdik bersama Paping pendamping melaksanakan berbagai kegiatan lapangan, mulai dari pengumpulan data terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), evaluasi hingga edukasi langsung kepada masyarakat melalui kegiatan door to door system (DDS).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolres Indragiri Hulu AKBP Eka Ariandy Putra, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kasi Humas Aiptu Misran, S.H., mengatakan, rangkaian KKP tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran para Serdik untuk melihat secara langsung berbagai persoalan di lapangan, khususnya terkait penanganan dan pencegahan karhutla.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Dalam rangkaian penutupan KKP, Serdik melakukan pengumpulan data penanganan karhutla melalui penyebaran kuesioner kepada PJU Polres Indragiri Hulu. Selain itu, mereka juga melaksanakan sosialisasi secara door to door kepada masyarakat terkait pencegahan karhutla,” ujar Aiptu Misran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan diawali dengan pembukaan sekaligus penutupan KKP di Mapolres Indragiri Hulu. Dalam kesempatan tersebut, para Serdik melakukan evaluasi terhadap seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan selama berada di wilayah hukum Polres Inhu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah satu agenda utama adalah pengumpulan data melalui kuesioner yang disampaikan kepada Pejabat Utama (PJU) Polres Inhu. Data tersebut digunakan untuk memperoleh gambaran mengenai pola penanganan, pencegahan serta koordinasi dalam menghadapi ancaman karhutla di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Informasi yang diperoleh selanjutnya menjadi bagian dari bahan pembelajaran, analisis dan penyusunan laporan hasil pelaksanaan KKP.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Turun Langsung Temui Warga&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Usai kegiatan di Mapolres Inhu, para Serdik melanjutkan kegiatan DDS di wilayah Kecamatan Rengat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan mendatangi masyarakat secara langsung, para Serdik menyampaikan edukasi mengenai bahaya karhutla sekaligus mengajak masyarakat berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pendekatan door to door tersebut juga menjadi sarana untuk membangun komunikasi secara langsung dengan masyarakat serta menggali pemahaman dan kepedulian warga terhadap persoalan karhutla.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kegiatan tersebut, masyarakat turut menerima paket vitamin, masker serta flyer yang berisi informasi mengenai pencegahan karhutla.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemberian paket tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian kepada masyarakat, terutama dalam situasi ketika wilayah berpotensi terdampak asap maupun penurunan kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Aiptu Misran, kegiatan KKP tersebut memberikan pengalaman lapangan bagi para Serdik sekaligus menghadirkan manfaat edukatif bagi masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi para Serdik, kegiatan menjadi kesempatan untuk memahami secara langsung persoalan karhutla, pola penanganan serta komunikasi dengan masyarakat. Sementara bagi warga, kegiatan tersebut memberikan tambahan informasi mengenai bahaya karhutla dan pentingnya pencegahan secara bersama&#45;sama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rangkaian KKP Pokjar VI tersebut didampingi Paping Kombes Pol. Junoto, S.I.K., M.H., dan Kombes Pol. Galih Indragiri, S.I.K., dengan jumlah Serdik sebanyak 10 orang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kesepuluh Serdik tersebut yakni Roland Olaf Ferdinan, S.H., S.I.K., M.Si.; Hendrie Suryo Liquisasono, S.H., S.I.K., M.A.P.; Dr. Ardi Purboyo, S.H., S.I.K., M.M.; Betty Purwanti, S.I.K.; Aulia Rahmad, S.I.K., M.H.; Hary Kartono, S.I.K.; Alexander Putra, S.H., S.I.K.; Alfiando Papona, S.I.K.; Rio Maurice Prakarsa Banjaranhor, S.H., S.I.K., M.H.; dan Mustafa Bugis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai penanda berakhirnya rangkaian KKP, kegiatan ditutup dengan penyerahan plakat sebagai bentuk apresiasi serta dokumentasi bersama jajaran Polres Indragiri Hulu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib dan lancar. Selanjutnya, para Serdik mempersiapkan pergeseran menuju Kota Pekanbaru, sekaligus melakukan dokumentasi, pengolahan data dan penyusunan hasil kegiatan sebagai bahan laporan KKP Pokjar VI.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berakhirnya KKP di Polres Indragiri Hulu tidak hanya menjadi penutup kegiatan pembelajaran para Serdik, tetapi juga menghasilkan pengalaman lapangan, data terkait penanganan karhutla serta kegiatan edukasi langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya mencegah kebakaran hutan dan lahan.***&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://beritainhu.com/assets/berita/original/18595570203-img-20260916-wa0080.jpg"/><pubDate>Thu, 17 Sep 2026 09:00:35 +0700</pubDate><guid>https://beritainhu.com/news/detail/3816/kkp-sespimen-polri-di-inhu-berakhir-serdik-dalami-penanganan-karhutla-hingga-turun-langsung-edukasi-warga</guid></item><item><title>Kapolda&#45;Pangdam Turun ke Lokasi Karhutla Inhu, Sholat Istisqo Jadi Ikhtiar Memohon Hujan</title><link>https://beritainhu.com/news/detail/3815/kapoldapangdam-turun-ke-lokasi-karhutla-inhu-sholat-istisqo-jadi-ikhtiar-memohon-hujan</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;INHU&lt;/strong&gt; — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tidak hanya dilakukan melalui upaya pemadaman dan penanganan di lapangan. Di tengah kondisi cuaca kering yang masih berlangsung, ikhtiar spiritual juga dilakukan dengan menggelar Sholat Istisqo, memohon kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.AP., M.M., CHRMP., turun langsung meninjau lokasi karhutla di Desa Pulau Jumat, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Inhu, Rabu (16/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pemantauan langsung pimpinan TNI&#45;Polri terhadap kondisi karhutla sekaligus memastikan langkah penanganan di lapangan berjalan secara terpadu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tengah lokasi yang terdampak kebakaran, Kapolda Riau dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai bersama rombongan melaksanakan Sholat Istisqo. Doa dipanjatkan agar Allah SWT menurunkan hujan sehingga dapat membantu mengatasi kondisi lahan yang kering sekaligus mendukung proses pemadaman dan pendinginan area terdampak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolres Indragiri Hulu AKBP Eka Ariandy Putra, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kasi Humas Aiptu Misran, S.H., mengatakan kunjungan tersebut merupakan bentuk pemantauan langsung terhadap kondisi karhutla sekaligus penguatan koordinasi lintas instansi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kapolda Riau dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai bersama rombongan meninjau langsung lokasi karhutla di Desa Pulau Jumat, Kecamatan Kuala Cenaku. Selain menerima paparan kondisi terkini dan penanganan yang telah dilakukan, rombongan juga melaksanakan Sholat Istisqo di lokasi karhutla,” ujar Aiptu Misran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rombongan tiba di Lapangan Desa Kuala Cenaku sekitar pukul 12.00 WIB. Dari lokasi tersebut, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Desa Pulau Jumat dengan menggunakan pompong Putri Bungsu melalui penyeberangan tradisional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekitar pukul 13.15 WIB, rombongan tiba di lokasi karhutla. Kapolda Riau dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai selanjutnya menerima paparan dari Kabag Ops Polres Inhu, BPBD Inhu dan Manggala Agni terkait kondisi terkini kebakaran serta langkah penanganan yang telah dilakukan di lapangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Paparan tersebut menjadi bagian dari evaluasi langsung terhadap perkembangan karhutla, termasuk penanganan, pemadaman, pendinginan dan koordinasi antarinstansi dalam menghadapi kondisi kebakaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekitar pukul 13.40 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan Sholat Istisqo. Di lokasi yang menjadi salah satu titik penanganan karhutla tersebut, doa bersama dipanjatkan agar hujan segera turun dan kondisi cuaca kering yang memperbesar risiko kebakaran dapat berakhir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Usai Sholat Istisqo, Kapolda Riau dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai kemudian memberikan keterangan kepada awak media melalui konferensi pers. Sejumlah perkembangan terkait kondisi karhutla serta langkah penanganan bersama stakeholder disampaikan dalam kesempatan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Inhu Ade Agus Hartanto, S.Sos., M.Si., Dandim 0302/Inhu Letkol Arh. Bangun Bara Kurniawan Prabowo, S.E., M.I.P., Kapolres Inhu AKBP Eka Ariandy Putra, S.H., S.I.K., M.Si., Waka Polres Inhu Kompol Lassarus Sinaga, S.H., M.H., Sekda Inhu Zulfahmi Adrian, AP., M.Si., Kalaksa BPBD Inhu Mulyadi, S.Sos., Camat Kuala Cenaku M. Alfian, S.STP., serta Kapolsek Kuala Cenaku Iptu Dahniel S.P., S.Sos.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari jajaran Polda Riau dan unsur terkait, hadir Karo Ops Polda Riau Kombes Pol. Edison Ludi Bard Sitanggang, S.I.K., Karo SDM Polda Riau Kombes Pol. Boy Jeckson Situmorang, S.H., S.I.K., M.H., Dansat Brimobda Polda Riau Kombes Pol. I Ketut Gede Adi Wibawa, S.I.K., Kalaksa BPBD Provinsi Riau M. Edy Afrizal, S.E., M.H., Asops Kasdam XIX/Tuanku Tambusai Kolonel Inf Rendra Dwi Ardhani, S.E., M.Han., serta Tenaga Ahli Kepala BNPB Brigjen TNI Mohammad Syech Ismed, S.E., M.Han.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, sekitar pukul 14.54 WIB rombongan meninggalkan Desa Pulau Jumat menuju Lapangan Desa Kuala Cenaku yang menjadi lokasi helipad.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selanjutnya, sekitar pukul 15.20 WIB, Kapolda Riau, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai bersama rombongan take off menuju Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seluruh rangkaian kunjungan berlangsung aman dan terkendali. Kehadiran langsung pimpinan TNI&#45;Polri di lokasi karhutla menjadi bagian dari pemantauan, evaluasi serta penguatan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Indragiri Hulu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tengah upaya pemadaman yang terus dilakukan, Sholat Istisqo menjadi simbol ikhtiar manusia ketika menghadapi kondisi alam yang sulit dikendalikan—berusaha di lapangan, sekaligus memanjatkan doa agar hujan segera turun.***&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://beritainhu.com/assets/berita/original/73461527518-img-20260916-wa0060.jpg"/><pubDate>Thu, 17 Sep 2026 08:53:00 +0700</pubDate><guid>https://beritainhu.com/news/detail/3815/kapoldapangdam-turun-ke-lokasi-karhutla-inhu-sholat-istisqo-jadi-ikhtiar-memohon-hujan</guid></item><item><title>Buka Lahan dengan Cara Dibakar, Pria di Kelesa Diamankan Polisi</title><link>https://beritainhu.com/news/detail/3814/buka-lahan-dengan-cara-dibakar-pria-di-kelesa-diamankan-polisi</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;INHU&lt;/strong&gt; — Tim gabungan Satreskrim Polres Indragiri Hulu (Inhu) bersama Unit Reskrim Polsek Seberida mengungkap dugaan tindak pidana membuka lahan perkebunan dengan cara membakar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial H (60), warga Desa Kelesa, Kecamatan Seberida, Kabupaten Inhu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolsek Seberida Kompol Handono Sujaryanto, S.Sos., M.H. mengatakan, pengungkapan dilakukan pada Selasa, 15 September 2026 sekitar pukul 12.00 WIB.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peristiwa pembakaran lahan tersebut diketahui terjadi pada Minggu, 13 September 2026 sekitar pukul 13.30 WIB, di kawasan Simpang Korindo, RT 007/RW 001, Desa Kelesa, Kecamatan Seberida.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, H diduga membuka lahan dengan cara membakar. Namun, api kemudian membesar sehingga pelaku disebut panik dan meminta bantuan warga untuk melakukan pemadaman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Personel Polsek Seberida yang mendapat informasi tersebut juga turut membantu proses pemadaman di areal lahan yang terbakar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari hasil pengungkapan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua potong kayu bekas terbakar dan satu buah pemantik atau mancis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah diamankan, H kemudian dibawa ke Polres Inhu untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Polisi juga telah melakukan sejumlah tindakan, yakni mengamankan terduga pelaku dan mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kasus ini selanjutnya masih dalam proses penanganan dan penyidikan oleh pihak kepolisian. (sur)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://beritainhu.com/assets/berita/original/91041202562-img-20260916-wa0038.jpg"/><pubDate>Wed, 16 Sep 2026 14:51:06 +0700</pubDate><guid>https://beritainhu.com/news/detail/3814/buka-lahan-dengan-cara-dibakar-pria-di-kelesa-diamankan-polisi</guid></item><item><title>Misuri Kabupaten Kampar Gelar Silaturahmi dan Pembentukan Pengurus Kecamatan Tapung, Minggu (20/9)</title><link>https://beritainhu.com/news/detail/3813/misuri-kabupaten-kampar-gelar-silaturahmi-dan-pembentukan-pengurus-kecamatan-tapung-minggu-209</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;KAMPAR&lt;/strong&gt; – Perkumpulan Mitra Sunda Riau (Misuri) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Kampar akan menggelar pertemuan rutin sekaligus silaturahmi akbar. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 20 September 2026, pukul 11.00 WIB hingga selesai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bertempat di Mesjid Al&#45;Mujahidin Petapahan (RT 048 RW 005, depan Flamboyan 6), acara ini menjadi momentum penting bagi organisasi masyarakat asal Jawa Barat yang bermukim di Kampar untuk mempererat tali persaudaraan. Lokasi kegiatan berada di kediaman Kabid Keagamaan DPD Misuri, Abah Agus Ruchiyat, dan Kabid Pemberdayaan Perempuan DPD Misuri Kab. Kampar, Ummi Aning Djuwariyah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua DPD Misuri Kabupaten Kampar, Ikin Sutandi, melalui surat undangan resminya menyatakan bahwa pertemuan ini bertujuan menjaga kesinambungan kegiatan organisasi. Selain sebagai ajang silaturahmi, rapat ini juga memiliki agenda strategis, yaitu pembentukan pengurus Misuri tingkat Kecamatan Tapung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara untuk menghadiri Pertemuan Rapat dengan agenda utama silaturahmi dan pembentukan struktur kepengurusan di tingkat kecamatan,&quot; ujar Ikin dalam undangan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain pembentukan pengurus baru, rapat juga akan membahas wacana pelantikan seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se&#45;Kabupaten Kampar serta hal&#45;hal lain yang dianggap perlu. Sekretaris DPD Misuri Kampar, Avon Laurensius Verdinando, S.Pd., turut menandatangani undangan ini sebagai bentuk koordinasi internal organisasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat soliditas anggota Misuri di Kampar serta memberikan arah yang jelas bagi pengembangan organisasi di masa mendatang, sesuai dengan semboyan &quot;Asah, Asih, Asuh&quot;. (Red)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://beritainhu.com/assets/berita/original/71698472791-fb_img_1789537935922.jpg"/><pubDate>Wed, 16 Sep 2026 12:58:21 +0700</pubDate><guid>https://beritainhu.com/news/detail/3813/misuri-kabupaten-kampar-gelar-silaturahmi-dan-pembentukan-pengurus-kecamatan-tapung-minggu-209</guid></item><item><title>Perkuat Sinergi, Pemkab Inhu dan Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru Bahas Rencana Hibah Timbal Balik Aset</title><link>https://beritainhu.com/news/detail/3812/perkuat-sinergi-pemkab-inhu-dan-pengadilan-tinggi-agama-pekanbaru-bahas-rencana-hibah-timbal-balik-aset</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;INHU&lt;/strong&gt; – Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan lembaga peradilan terus diperkuat. Hal ini terlihat dalam kunjungan temu ramah Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Pekanbaru, Dr. H. Sutomo, S.H., M.H., dengan Bupati Inhu Ade Agus Hartanto, S.Sos., M.Si., yang berlangsung di Rumah Kediaman Bupati, pada Selasa (15/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membahas rencana strategis terkait hibah timbal balik tanah dan bangunan antara Pemkab Inhu dan Pengadilan Agama Rengat. Turut mendampingi Bupati dalam pertemuan ini adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Inhu, Zulfahmi Adrian, AP., M.Si.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua PTA Pekanbaru, Dr. H. Sutomo, menjelaskan bahwa salah satu poin utama yang dibahas adalah rencana hibah lahan milik Pemkab Inhu yang berada di depan Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhu dengan luas sekitar 5.000 meter persegi kepada Pengadilan Agama Rengat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai bagian dari skema hibah timbal balik, pihak Pengadilan Agama Rengat nantinya akan menghibahkan tanah beserta bangunan kantor Pengadilan Agama Rengat yang berdiri di atas lahan seluas sekitar 2.000 meter persegi kepada Pemkab Inhu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Ini merupakan hibah timbal balik. Pemkab Inhu menghibahkan lahan sekitar 5.000 meter persegi di depan Dinas Kesehatan kepada Pengadilan Agama Rengat. Selanjutnya, Pengadilan Agama Rengat menghibahkan tanah dan bangunan kantor kepada Pemkab Inhu,&quot; jelas Dr. H. Sutomo.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bupati Ade Agus Hartanto menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, kerja sama dan sinergi antarlembaga menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pelayanan pemerintahan dan pelayanan hukum kepada masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rencana hibah timbal balik tersebut selanjutnya akan diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemkab Inhu dan Pengadilan Agama Rengat. Proses selanjutnya akan dilakukan sesuai dengan ketentuan dan mekanisme pengelolaan aset pemerintah yang berlaku. (Red)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://beritainhu.com/assets/berita/original/82785435715-img_20260916_121846.jpg"/><pubDate>Wed, 16 Sep 2026 12:22:53 +0700</pubDate><guid>https://beritainhu.com/news/detail/3812/perkuat-sinergi-pemkab-inhu-dan-pengadilan-tinggi-agama-pekanbaru-bahas-rencana-hibah-timbal-balik-aset</guid></item><item><title>Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Seberida Sambangi Peternak Kambing di Desa Titian Resak</title><link>https://beritainhu.com/news/detail/3811/dukung-ketahanan-pangan-nasional-bhabinkamtibmas-polsek-seberida-sambangi-peternak-kambing-di-desa-titian-resak</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;INHU&lt;/strong&gt; – Guna mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Seberida terus gencar melakukan pendekatan dan pendampingan kepada masyarakat. Pada Rabu (16/9/2026) sekira pukul 11.00 WIB, Bhabinkamtibmas Desa Titian Resak, Aiptu Anda Jas, melaksanakan kegiatan kunjungan atau sambang ke warga yang mengelola peternakan skala rumah tangga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kunjungannya, Aiptu Anda Jas menyambangi lokasi peternakan kambing jenis Lampung milik warga setempat. Selain memantau kondisi ternak, petugas juga melakukan dialog langsung dengan pemilik mengenai pemanfaatan lahan pekarangan secara produktif melalui budidaya tanaman pangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolsek Seberida, Kompol Handono Sujaryanto, S.Sos., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ketahanan pangan. &quot;Kami memberikan motivasi dan imbauan agar masyarakat terus mengembangkan pertanian mandiri guna menjaga ketersediaan pangan di tingkat kelurahan/desa,&quot; ujar Kapolsek.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menambahkan, upaya ini sejalan dengan berbagai regulasi nasional, mulai dari UU Pangan hingga UU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, untuk mendorong pemanfaatan lahan secara optimal, produktif, dan berkelanjutan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif. Kehadiran polisi di tengah warga diharapkan tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga ikut serta dalam mewujudkan kemandirian pangan dari lingkup terkecil yaitu keluarga. (Red)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;#Swasembadapangan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;#Ketahananpangan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;#Polisicintapetani&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://beritainhu.com/assets/berita/original/68445489925-img-20260916-wa0029.jpg"/><pubDate>Wed, 16 Sep 2026 12:05:25 +0700</pubDate><guid>https://beritainhu.com/news/detail/3811/dukung-ketahanan-pangan-nasional-bhabinkamtibmas-polsek-seberida-sambangi-peternak-kambing-di-desa-titian-resak</guid></item><item><title>Kualitas Udara Tidak Sehat, Bupati Inhu Ade Agus Hartanto Terbitkan SE: Sekolah Libur dan Belajar dari Rumah 15&#45;16 September</title><link>https://beritainhu.com/news/detail/3810/kualitas-udara-tidak-sehat-bupati-inhu-ade-agus-hartanto-terbitkan-se-sekolah-libur-dan-belajar-dari-rumah-1516-september</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;INHU&lt;/strong&gt; – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) kembali menerbitkan kebijakan penyesuaian kegiatan belajar mengajar akibat memburuknya kualitas udara. Melalui Surat Edaran (SE) Nomor: 100.3.4.2/DISDIKBUD/29 yang ditandatangani pada Senin (15/9/2026), Bupati Ade Agus Hartanto menginstruksikan pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi satuan pendidikan di wilayahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kebijakan ini diambil setelah kondisi kualitas udara di Kabupaten Inhu menunjukkan kategori tidak sehat, sehingga diperlukan langkah preventif untuk menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik, tenaga pendidik, serta kependidikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan surat edaran tersebut, seluruh satuan pendidikan di bawah kewenangan Pemkab Inhu, meliputi PAUD, TK, SD/MI, dan SMP/MTs (Negeri maupun Swasta), wajib melaksanakan pembelajaran secara daring mulai tanggal 15 hingga 16 September 2026.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, untuk satuan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama, diminta untuk menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran dengan ketentuan dari kementerian terkait, namun tetap wajib memprioritaskan kondisi kualitas udara serta kesehatan warga sekolah. Selama masa BDR/PJJ berlangsung, semua sekolah juga dihimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bupati Ade Agus Hartanto menegaskan bahwa kebijakan ini bersifat dinamis. Pelaksanaan pembelajaran tatap muka setelah tanggal 18 September 2026 akan disesuaikan kembali dengan perkembangan kondisi kualitas udara terkini dan akan diinformasikan lebih lanjut kepada masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan terbitnya SE terbaru ini, maka Surat Edaran Bupati Inhu Nomor 100.3.4.2/DISDIKBUD/27 tentang Penyesuaian Kembali Pelaksanaan Pembelajaran Secara Tatap Muka tanggal 13 September 2026 dinyatakan dicabut dan tidak berlaku lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemerintah kabupaten mengimbau kepada orang tua/wali murid untuk memantau kesehatan anak&#45;anak selama berada di rumah dan mendukung kelancaran proses pembelajaran jarak jauh demi keselamatan bersama.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://beritainhu.com/assets/berita/original/64450686740-960px-bupati_indragiri_hulu_ade_agus.jpg"/><pubDate>Wed, 16 Sep 2026 11:59:55 +0700</pubDate><guid>https://beritainhu.com/news/detail/3810/kualitas-udara-tidak-sehat-bupati-inhu-ade-agus-hartanto-terbitkan-se-sekolah-libur-dan-belajar-dari-rumah-1516-september</guid></item><item><title>Drainase 206 Meter Dibangun di Dusun Berapit Sibabat, Kades Jamini: Semoga Beri Manfaat bagi Warga</title><link>https://beritainhu.com/news/detail/3809/drainase-206-meter-dibangun-di-dusun-berapit-sibabat-kades-jamini-semoga-beri-manfaat-bagi-warga</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;INHU&lt;/strong&gt; — Pemerintah Desa Sibabat, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), terus berupaya meningkatkan infrastruktur dasar yang dibutuhkan masyarakat. Salah satunya melalui pembangunan drainase di Dusun Berapit dan turap halaman kantor desa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan papan informasi kegiatan di lokasi, pembangunan drainase tersebut memiliki volume 0,4 meter x 0,6 meter dengan panjang 206 meter. Kegiatan menggunakan Dana Desa Tahun Anggaran 2026, dengan nilai anggaran Rp110 juta dan waktu pelaksanaan selama 60 hari kalender.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala Desa Sibabat, Jamini, S.Pd, mengatakan pembangunan drainase tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah desa dalam meningkatkan infrastruktur lingkungan sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Pembangunan drainase ini kita harapkan dapat membantu mengatasi aliran air di lingkungan masyarakat, khususnya di Dusun Berapit. Tentunya pembangunan ini merupakan bagian dari kebutuhan masyarakat yang kita upayakan melalui program desa,” ujar Jamini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama&#45;sama menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami berharap masyarakat ikut menjaga hasil pembangunan ini. Infrastruktur yang dibangun dengan anggaran desa pada dasarnya untuk kepentingan masyarakat, sehingga keberadaannya perlu dirawat dan dimanfaatkan sebaik&#45;baiknya,” tambahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Tim TPK Desa Sibabat, Sulanto, menyampaikan bahwa selain pembangunan drainase, kondisi akses jalan di Dusun Berapit juga mendapat perhatian melalui kegiatan perawatan jalan oleh PT Inecda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Atas nama masyarakat Dusun Berapit dan Desa Sibabat, kami mengucapkan terima kasih kepada PT Inecda yang telah melakukan perawatan jalan. Jalan ini merupakan akses penting bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari&#45;hari,” kata Anto.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, perhatian dan dukungan dari berbagai pihak terhadap infrastruktur desa sangat membantu masyarakat. Ia berharap sinergi antara pemerintah desa, masyarakat dan pihak perusahaan dapat terus terjalin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Semoga kerja sama dan kepedulian seperti ini terus berlanjut. Dengan adanya sinergi semua pihak, pembangunan maupun pemeliharaan infrastruktur di Desa Sibabat dapat semakin baik dan manfaatnya benar&#45;benar dirasakan masyarakat,” pungkas Anto.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pembangunan drainase berjalan, akses jalan turut mendapat perhatian. Masyarakat berharap infrastruktur yang dibangun dan dirawat bersama ini dapat semakin menunjang aktivitas warga Dusun Berapit.(sur)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://beritainhu.com/assets/berita/original/25919185265-img_20260916_105922.jpg"/><pubDate>Wed, 16 Sep 2026 11:02:16 +0700</pubDate><guid>https://beritainhu.com/news/detail/3809/drainase-206-meter-dibangun-di-dusun-berapit-sibabat-kades-jamini-semoga-beri-manfaat-bagi-warga</guid></item><item><title>Tingkatkan Mutu Pembelajaran, Bimtek Literasi dan Numerasi Digelar di SDN 017 Titian Resak</title><link>https://beritainhu.com/news/detail/3808/tingkatkan-mutu-pembelajaran-bimtek-literasi-dan-numerasi-digelar-di-sdn-017-titian-resak</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;INHU&lt;/strong&gt; — Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat kemampuan literasi dan numerasi peserta didik terus dilakukan di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Salah satunya melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi dan Numerasi yang digelar di SDN 017 Titian Resak, Kecamatan Seberida, Rabu (16/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan tersebut diikuti para kepala sekolah dan guru dari sejumlah sekolah dasar yang berasal dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Batang Gansal, Batang Cenaku dan Seberida.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari Kecamatan Batang Gansal, peserta berasal dari SDN 004 Rantau Langsat, SDN 015 Penyaguan dan SDS Lestari. Sementara dari Kecamatan Batang Cenaku diikuti perwakilan SDN 020 Kuala Gading, SDN 009 Bukit Lipai, SDN 012 Bukit Lingkar dan SDN 021 Talang Bersemi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sedangkan SDN 017 Titian Resak Kecamatan Seberida bertindak sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bimtek ini dibuka langsung oleh Kepala Korwil Dinas Pendidikan Kecamatan Seberida, Sudar, S.Pd. Hadir sebagai narasumber, Fasilitator Daerah (Fasda) Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hulu, Darminingsih, S.Pd., MM.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam arahannya, Sudar, S.Pd., menekankan bahwa penguatan literasi dan numerasi tidak semata&#45;mata menjadi tanggung jawab guru mata pelajaran tertentu, tetapi merupakan bagian penting dari proses pembelajaran secara menyeluruh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, kemampuan membaca, memahami informasi, berpikir kritis serta menggunakan konsep angka dalam kehidupan sehari&#45;hari merupakan fondasi penting yang harus terus dibangun sejak pendidikan dasar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Literasi dan numerasi harus menjadi bagian dari budaya belajar di sekolah. Guru perlu terus mengembangkan cara pembelajaran yang membuat siswa tidak hanya mampu menjawab soal, tetapi juga memahami, menganalisis dan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari&#45;hari,” ujar Sudar dalam arahannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, narasumber Darminingsih, S.Pd., MM., dalam paparannya memberikan penguatan kepada para kepala sekolah dan guru mengenai pentingnya strategi pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia mendorong guru agar tidak terpaku pada metode pembelajaran yang monoton. Materi literasi dan numerasi, kata dia, dapat dikembangkan melalui berbagai aktivitas pembelajaran yang dekat dengan kehidupan peserta didik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Guru memiliki peran penting dalam membangun kemampuan literasi dan numerasi anak. Pembelajaran harus dibuat bermakna, kontekstual dan mendorong siswa untuk berpikir, bukan sekadar menghafal,” papar Darminingsih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, peningkatan kemampuan literasi dan numerasi membutuhkan proses yang berkelanjutan. Karena itu, kolaborasi antara kepala sekolah, guru dan seluruh unsur pendidikan sangat diperlukan agar program yang dijalankan tidak berhenti pada kegiatan Bimtek semata, tetapi benar&#45;benar diterapkan dalam proses belajar mengajar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai tuan rumah, Kepala SDN 017 Titian Resak, Muhammad Zumar, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan sekolahnya sebagai tempat pelaksanaan Bimtek.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi forum menerima materi, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik baik antarpendidik dari berbagai sekolah dan kecamatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami merasa senang dan bangga SDN 017 Titian Resak dipercaya menjadi tuan rumah. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi seluruh peserta dan ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di sekolah masing&#45;masing untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta kemampuan literasi dan numerasi peserta didik,” ungkap Muhammad Zumar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif. Para peserta tidak hanya mendapatkan pemaparan materi, tetapi juga memiliki kesempatan berdiskusi, bertukar pengalaman dan memperkuat pemahaman mengenai penerapan literasi serta numerasi dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui Bimtek ini, diharapkan para kepala sekolah dan guru semakin memiliki bekal dalam menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, kontekstual dan menyenangkan, sehingga kemampuan literasi dan numerasi peserta didik dapat terus berkembang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari Titian Resak, semangat meningkatkan kualitas pendidikan kembali ditegaskan: guru belajar, guru berbagi, dan pada akhirnya siswa yang mendapatkan manfaat.(sur)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://beritainhu.com/assets/berita/original/97185732520-img_20260916_092938.jpg"/><pubDate>Wed, 16 Sep 2026 09:57:49 +0700</pubDate><guid>https://beritainhu.com/news/detail/3808/tingkatkan-mutu-pembelajaran-bimtek-literasi-dan-numerasi-digelar-di-sdn-017-titian-resak</guid></item><item><title>Dua Hari Menjabat Kapolsek Rengat Barat, AKP Sunaryo Langsung Ungkap Dugaan Pembakaran Lahan</title><link>https://beritainhu.com/news/detail/3807/dua-hari-menjabat-kapolsek-rengat-barat-akp-sunaryo-langsung-ungkap-dugaan-pembakaran-lahan</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;INHU&lt;/strong&gt; — Baru dua hari menjabat sebagai Kapolsek Rengat Barat, AKP Sunaryo, S.H., M.H., langsung dihadapkan pada persoalan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Respons cepat ditunjukkannya dengan turun langsung ke lokasi kebakaran di Jalan Pinang Kuning, Kelurahan Pematang Reba, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Minggu (13/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penanganan cepat tersebut berujung pada diamankannya seorang pria berinisial AKP alias Pasaribu, yang diduga menjadi penyebab terjadinya kebakaran setelah membakar pelepah sawit kering di lahan miliknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolres Indragiri Hulu AKBP Eka Ariandy Putra, S.H., S.I.K., M.Si. melalui Kasi Humas Aiptu Misran, S.H., mengatakan, kepolisian bergerak cepat setelah menerima informasi mengenai adanya kebakaran lahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Begitu menerima informasi adanya kebakaran lahan, Kapolsek Rengat Barat bersama personel dan Camat langsung turun ke lokasi untuk memastikan kondisi dan melakukan langkah penanganan,” ujar Aiptu Misran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (13/9/2026). Informasi kebakaran diterima sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, AKP Sunaryo yang baru melaksanakan serah terima jabatan pada Jumat (11/9/2026), langsung memimpin personel menuju lokasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setibanya di lokasi, petugas menemukan AKP alias Pasaribu berada di sekitar lahan yang terbakar. Polisi kemudian melakukan pemeriksaan awal dan meminta keterangan terkait asal mula api.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari hasil pemeriksaan awal, AKP mengakui sebelumnya telah membakar pelepah sawit kering di lahan miliknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepada petugas, ia mengaku datang ke lahan sekitar pukul 17.00 WIB untuk membersihkan rumput dan anak kayu yang tumbuh setelah proses steaking. Saat berada di lokasi, ia merasa terganggu oleh tawon&#45;tawon kecil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia kemudian mengambil pelepah sawit kering dan membakarnya dengan tujuan mengusir tawon. Pelepah tersebut terlebih dahulu dilipat dan kemudian dibakar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekitar pukul 17.45 WIB, AKP meninggalkan lokasi karena mendengar azan Magrib dari masjid. Sebelum pergi, ia mengaku telah berusaha memadamkan api dengan cara memukul&#45;mukul pelepah yang terbakar menggunakan kayu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, api ternyata belum sepenuhnya padam. Bara yang masih tersisa kemudian kembali membesar hingga menyebabkan kebakaran meluas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekitar pukul 18.20 WIB, Abdul Kholid mengetahui bahwa lahan miliknya telah terbakar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam penanganan di lokasi, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya lima bibit pohon aren, dua batang kayu bekas bakaran, satu pelepah sawit dan satu buah mancis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 0,25 hektare.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aiptu Misran mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, termasuk dengan alasan membersihkan lahan ataupun membakar material kering dalam jumlah kecil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Api yang awalnya dianggap kecil dapat dengan cepat menyebar, terutama dalam kondisi cuaca panas dan kering. Karena itu, masyarakat harus benar&#45;benar berhati&#45;hati dan tidak melakukan pembakaran lahan,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penanganan kasus ini menjadi salah satu langkah awal AKP Sunaryo dalam menjalankan tugasnya sebagai Kapolsek Rengat Barat. Baru dua hari setelah serah terima jabatan, ia langsung turun ke lapangan dan memimpin personel dalam menangani laporan kebakaran lahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Polsek Rengat Barat bersama jajaran Polres Inhu menegaskan akan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan aktivitas pembakaran lahan maupun titik api yang berpotensi meluas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepolisian mengingatkan, pembakaran lahan bukan persoalan sepele. Api yang semula kecil dapat berkembang menjadi kebakaran luas dan menimbulkan dampak terhadap lingkungan, masyarakat maupun kesehatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Langkah cepat di lapangan diharapkan menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak sembarangan menggunakan api di lahan, terlebih dalam kondisi cuaca panas dan kering.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://beritainhu.com/assets/berita/original/99420279139-img-20260915-wa0085.jpg"/><pubDate>Tue, 15 Sep 2026 12:36:27 +0700</pubDate><guid>https://beritainhu.com/news/detail/3807/dua-hari-menjabat-kapolsek-rengat-barat-akp-sunaryo-langsung-ungkap-dugaan-pembakaran-lahan</guid></item><item><title>Apel Besar Hari Pramuka ke&#45;65 Inhu Siap Digelar, Ribuan Pramuka Bakal Meriahkan</title><link>https://beritainhu.com/news/detail/3806/apel-besar-hari-pramuka-ke65-inhu-siap-digelar-ribuan-pramuka-bakal-meriahkan</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;INHU&lt;/strong&gt; — Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) terus mematangkan persiapan pelaksanaan Apel Besar Peringatan Hari Pramuka ke&#45;65 yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 17 September 2026.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Persiapan tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Inhu, Indrawansyah, di ruang kerjanya, Senin (14/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rapat membahas berbagai kebutuhan teknis pelaksanaan apel hingga rangkaian kegiatan yang akan digelar setelah upacara. Apel besar tersebut direncanakan diikuti ribuan anggota Pramuka serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Inhu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan juga dijadwalkan dihadiri Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Riau. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Kwarda Riau akan menyematkan Lencana Darma Bakti Kamabicab dan Lencana Melati kepada Bupati Inhu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak berhenti pada pelaksanaan apel, kemeriahan akan dilanjutkan dengan sejumlah kegiatan. Di antaranya prosesi penyematan lencana, penyerahan piala LKPP III Rengat Barat, atraksi semaphore, serta atraksi tari bersama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan maksimal, panitia juga menjadwalkan gladi pada Rabu (16/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam rapat tersebut, Indrawansyah menekankan pentingnya kesiapan seluruh pihak yang terlibat. Koordinasi dan persiapan yang matang dinilai menjadi kunci agar pelaksanaan Apel Besar Hari Pramuka ke&#45;65 dapat berlangsung tertib, lancar dan meriah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peringatan Hari Pramuka ke&#45;65 ini sekaligus menjadi momentum memperkuat semangat kepramukaan di Kabupaten Inhu, khususnya dalam membangun karakter, kedisiplinan, kebersamaan dan kepedulian generasi muda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber: Tim Prokopim Setda Inhu, 2026.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://beritainhu.com/assets/berita/original/55173197608-img_20260915_122223.jpg"/><pubDate>Tue, 15 Sep 2026 12:25:44 +0700</pubDate><guid>https://beritainhu.com/news/detail/3806/apel-besar-hari-pramuka-ke65-inhu-siap-digelar-ribuan-pramuka-bakal-meriahkan</guid></item><item><title>Dorong Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Seberida Sambangi Warga Pengelola Ternak Kambing</title><link>https://beritainhu.com/news/detail/3805/dorong-ketahanan-pangan-bhabinkamtibmas-seberida-sambangi-warga-pengelola-ternak-kambing</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;INHU&lt;/strong&gt; – Upaya mendukung program Ketahanan Pangan Nasional terus dilakukan jajaran Polsek Seberida, Polres Indragiri Hulu (Inhu). Salah satunya melalui kegiatan sambang dan pendampingan kepada masyarakat yang mengembangkan usaha peternakan secara mandiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan tersebut dilaksanakan Bhabinkamtibmas Desa Seresam, Aipda Ardius AS, S.H., pada Selasa, 15 September 2026, sekitar pukul 09.30 WIB hingga selesai, di Desa Seresam, Kecamatan Seberida, Kabupaten Inhu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas menyambangi warga yang mengelola peternakan kambing skala kecil sekaligus berdialog mengenai pemanfaatan lahan dan potensi usaha peternakan sebagai salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aipda Ardius memberikan motivasi kepada masyarakat agar terus mengembangkan peternakan secara mandiri dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara optimal. Menurutnya, kegiatan peternakan yang dikelola masyarakat tidak hanya dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga berpotensi menjadi sumber pendapatan keluarga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain melakukan dialog, Bhabinkamtibmas juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif melalui berbagai kegiatan budidaya pangan yang dapat dilakukan sesuai kemampuan dan kondisi lingkungan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ketahanan pangan sekaligus membangun kemandirian pangan dari tingkat desa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Polri melalui jajaran Bhabinkamtibmas diharapkan tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga ikut mendorong berbagai kegiatan positif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolsek Seberida Kompol Handono S., S.Sos., M.H. menyampaikan bahwa kegiatan pendampingan dan sambang kepada masyarakat akan terus dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib dan kondusif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;#Swasembadapangan #Ketahananpangan #Polisicintapetani&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://beritainhu.com/assets/berita/original/41621557945-img-20260915-wa0032.jpg"/><pubDate>Tue, 15 Sep 2026 12:12:46 +0700</pubDate><guid>https://beritainhu.com/news/detail/3805/dorong-ketahanan-pangan-bhabinkamtibmas-seberida-sambangi-warga-pengelola-ternak-kambing</guid></item><item><title>Guru Seberida Siap Gebrak PORSENIJAR Riau, Bulutangkis Ganda Putri Jadi Andalan Inhu</title><link>https://beritainhu.com/news/detail/3804/guru-seberida-siap-gebrak-porsenijar-riau-bulutangkis-ganda-putri-jadi-andalan-inhu</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;INHU&lt;/strong&gt; – Prestasi membanggakan ditorehkan keluarga besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Seberida. Tak tanggung&#45;tanggung, tiga cabang yang diikuti berhasil meraih juara 1 PORSENIJAR PGRI tingkat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan kini dipercaya membawa nama Kabupaten Inhu ke tingkat Provinsi Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah satu yang menjadi perhatian adalah tim bulu tangkis ganda putri PGRI Kecamatan Seberida. Pasangan guru yang memperkuat tim Inhu tersebut kini tengah mematangkan persiapan menghadapi persaingan pada PORSENIJAR PGRI Tingkat Provinsi Riau 2026 yang akan digelar di Kabupaten Siak, 22–26 September 2026.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim ganda putri ini diperkuat Ayu Adelia Sari, S.Pd., Gr., guru SMP Negeri 1 Seberida, berpasangan dengan Melia Bernita, S.Pd., Gr., guru SD Negeri 016 Kelesa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keduanya akan mendapat dukungan dari Sagino, S.Pd., guru SD Negeri 005 Titian Resak, sebagai pelatih, serta Fit Triyani, S.Pd., Kepala SD Negeri 016 Kelesa, selaku manajer tim.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat dikonfirmasi dalam sesi latihan di Gor SMP Negeri 1 Seberida, Selasa (15/9/2026), Fit Triyani mengatakan persiapan tim terus dimatangkan, baik dari sisi teknik maupun kekompakan pasangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, keberhasilan meraih juara 1 di tingkat Kabupaten Inhu menjadi motivasi tersendiri bagi tim untuk tampil maksimal di tingkat provinsi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami tentu sangat bersyukur bisa meraih juara 1 di tingkat Kabupaten Inhu. Sekarang target kami bukan hanya sekadar tampil, tetapi berusaha memberikan yang terbaik dan membawa nama Kabupaten Inhu,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menyebut persaingan di tingkat provinsi tentu akan lebih berat karena mempertemukan perwakilan terbaik dari kabupaten/kota se&#45;Riau. Karena itu, latihan dan kekompakan terus dijaga hingga menjelang pertandingan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Mohon doa dan dukungan masyarakat Inhu. Kami akan berusaha semaksimal mungkin,” tambahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain bulu tangkis ganda putri, PGRI Kecamatan Seberida juga mencatat prestasi melalui praktik pembelajaran model Station Rotation dan paduan suara. Keduanya juga berhasil meraih juara 1 tingkat Kabupaten Inhu dan berhak melanjutkan perjuangan ke tingkat Provinsi Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada cabang praktik pembelajaran, Seberida diwakili Yani Suryani, M.Pd., guru SDN 005 Titian Resak, dengan praktik pembelajaran model Station Rotation bertema “Matematika Gembira, Belajar Pengurangan Melalui Bermain.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara cabang paduan suara juga akan menjadi bagian dari kontingen yang membawa nama Kabupaten Inhu pada ajang tingkat provinsi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keberhasilan menyapu tiga gelar juara 1 ini menjadi bukti bahwa guru&#45;guru PGRI Kecamatan Seberida tidak hanya aktif dalam menjalankan tugas pendidikan, tetapi juga mampu berprestasi di berbagai bidang, mulai dari inovasi pembelajaran, olahraga hingga seni.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kini, tantangan lebih besar menanti. Ketiga perwakilan tersebut akan bersaing dengan kontingen terbaik dari kabupaten/kota se&#45;Provinsi Riau di Kabupaten Siak, 22–26 September 2026.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keluarga besar PGRI Kecamatan Seberida berharap doa dan dukungan masyarakat Kabupaten Indragiri Hulu mengiringi perjuangan mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari Seberida, membawa nama Inhu. Dari guru, untuk prestasi dan kebanggaan Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semoga raket ganda putri Seberida kembali mengayun, membawa pulang prestasi untuk Kabupaten Indragiri Hulu.(sur)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://beritainhu.com/assets/berita/original/22244067837-img_20260915_110732.jpg"/><pubDate>Tue, 15 Sep 2026 11:10:01 +0700</pubDate><guid>https://beritainhu.com/news/detail/3804/guru-seberida-siap-gebrak-porsenijar-riau-bulutangkis-ganda-putri-jadi-andalan-inhu</guid></item><item><title>Lahan Dibakar, Api Meluas hingga 200 Hektare: Pria di Batang Cenaku Diamankan Tim Gabungan</title><link>https://beritainhu.com/news/detail/3803/lahan-dibakar-api-meluas-hingga-200-hektare-pria-di-batang-cenaku-diamankan-tim-gabungan</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;INHU&lt;/strong&gt; — Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Indragiri Hulu kembali terungkap. Seorang pria berinisial GN alias Gustua, warga Dusun II, Desa Alim, Kecamatan Batang Cenaku, diamankan tim gabungan Polres Indragiri Hulu dan Polisi Kehutanan (Polhut) Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gustua diamankan pada Rabu, 9 September 2026 sekitar pukul 12.00 WIB di rumahnya. Ia diduga terlibat dalam pembukaan lahan dengan cara membakar yang kemudian menyebabkan api meluas hingga mencapai sekitar 200 hektare.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolres Indragiri Hulu AKBP Eka Ariandy Putra, SH, SIK, M.Si melalui Kasi Humas Aiptu Misran, SH, membenarkan adanya pengungkapan dugaan tindak pidana karhutla tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengungkapan kasus bermula pada Kamis, 3 September 2026 sekitar pukul 20.00 WIB, ketika pihak TNBT mendeteksi adanya titik panas (hotspot) melalui aplikasi SIPONGI. Titik panas tersebut berada di kawasan Hutan Produksi Tetap (HPT) yang berdekatan dengan kawasan TNBT.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menindaklanjuti temuan tersebut, pada 7 September 2026 pihak TNBT melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Petugas mendapati kebakaran telah meluas dan diperkirakan membakar sekitar 100 hektare, bahkan diduga telah merambah ke areal kawasan TNBT.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat melakukan pengecekan, petugas bertemu dengan seorang saksi berinisial AS yang berada di sebuah pondok kebun. Kepada petugas, AS memperlihatkan rekaman video yang dibuatnya ketika kebakaran pertama kali terjadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari hasil penelusuran di lapangan, petugas menduga titik awal kebakaran berasal dari lahan yang disebut milik Gustua. Di sekitar pondok pada lahan tersebut, petugas juga menemukan sejumlah bibit tanaman sawit.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan laporan ke Polres Indragiri Hulu pada 9 September 2026.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada hari yang sama, Tim Opsnal Narasinga bersama personel Sat Intelkam Polres Inhu dan Polhut TNBT memperoleh informasi mengenai keberadaan Gustua yang diduga terlibat dalam pembakaran lahan di kawasan Dusun Lahan 500, Desa Alim, Kecamatan Batang Cenaku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kasat Reskrim Polres Inhu Iptu Adlin, SH, MH kemudian memerintahkan Tim Opsnal yang dipimpin Ipda Riki Rahmadi, SH untuk melakukan penyelidikan dan penindakan bersama personel Sat Intelkam Polres Inhu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim gabungan bergerak menuju rumah Gustua di Dusun II, Desa Alim. Sekitar pukul 12.00 WIB, petugas menemukan Gustua berada di bagian belakang rumahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Petugas kemudian mengamankan Gustua untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam pengembangan perkara, petugas juga mencari seorang pria berinisial MW, yang diduga melakukan pembakaran bersama Gustua. Namun, saat mendatangi rumah MW, petugas tidak menemukannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan keterangan orang tua MW, pria tersebut disebut telah dua hari dua malam tidak pulang ke rumah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, dari hasil interogasi awal, Gustua mengakui telah melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar bersama MW. Kegiatan tersebut disebut dilakukan pada Agustus 2026, dengan tujuan membuka lahan untuk ditanami kelapa sawit.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akibat pembakaran tersebut, api kemudian meluas dan membakar kawasan hutan serta lahan dengan luas yang diperkirakan mencapai kurang lebih 200 hektare.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah diamankan, Gustua beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Indragiri Hulu. Selanjutnya, tersangka dan barang bukti diserahkan kepada penyidik Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Inhu untuk menjalani proses pemeriksaan dan penyidikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Polres Inhu bersama unsur terkait juga masih melakukan penanganan terhadap titik&#45;titik kebakaran serta mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam perkara tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa pembukaan lahan dengan cara membakar bukan hanya berpotensi menimbulkan kerugian lingkungan, tetapi juga dapat menyebabkan kebakaran meluas dan mengancam kawasan hutan di sekitarnya.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://beritainhu.com/assets/berita/original/78905586269-img-20260914-wa0089.jpg"/><pubDate>Mon, 14 Sep 2026 20:01:35 +0700</pubDate><guid>https://beritainhu.com/news/detail/3803/lahan-dibakar-api-meluas-hingga-200-hektare-pria-di-batang-cenaku-diamankan-tim-gabungan</guid></item><item><title>MTQ ke&#45;14 Batang Gansal Tinggal Hitungan Hari, Camat: Jangan Hanya Sukses Jadi Tuan Rumah, Prestasi Juga Harus Naik!</title><link>https://beritainhu.com/news/detail/3802/mtq-ke14-batang-gansal-tinggal-hitungan-hari-camat-jangan-hanya-sukses-jadi-tuan-rumah-prestasi-juga-harus-naik</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;BATANG GANSAL, INHU &lt;/strong&gt;— Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke&#45;14 tingkat Kecamatan Batang Gansal semakin mendekati pelaksanaan. Berbagai persiapan terus dimatangkan agar gelaran yang akan berlangsung pada 25 hingga 28 September 2026 tersebut berjalan sukses, baik dari sisi penyelenggaraan maupun prestasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemantapan pelaksanaan MTQ digelar di Aula Kantor Camat Batang Gansal, Senin (14/9/2026). Rapat dipimpin langsung Camat Batang Gansal Hijrah Saputra dan dihadiri Kepala KUA Batang Gansal H. Jusman, S.Ag, Sekcam Batang Gansal Azasi Kudus, Ketua LPTQ, Kepala Desa Danau Rambai bersama Sekdes selaku tuan rumah, para kepala desa dan perangkat desa se&#45;Kecamatan Batang Gansal serta jajaran panitia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam rapat tersebut, berbagai hal strategis dibahas, mulai dari kesiapan lokasi dan sarana&#45;prasarana, teknis pelaksanaan, jumlah cabang dan kategori lomba, hingga persiapan serta penetapan dewan hakim.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Camat Hijrah Saputra menegaskan, waktu pelaksanaan sudah semakin dekat sehingga seluruh pihak yang terlibat diminta tidak lagi menunda pekerjaan. Persiapan sarana dan prasarana harus segera dikebut sehingga seluruh kebutuhan MTQ dapat dipastikan siap sebelum hari pelaksanaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Waktu kita tidak banyak lagi. Apa yang menjadi tanggung jawab masing&#45;masing harus segera digesa. Jangan sampai ada yang masih tertunda ketika pelaksanaan sudah di depan mata,” tegas Hijrah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, keberhasilan MTQ Kecamatan Batang Gansal tidak hanya diukur dari suksesnya penyelenggaraan, tetapi juga dari kemampuan kecamatan melahirkan peserta berprestasi untuk menghadapi MTQ tingkat Kabupaten Indragiri Hulu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hijrah mengingatkan bahwa MTQ tingkat kecamatan merupakan salah satu tahapan penting sekaligus tolok ukur untuk menuju MTQ Kabupaten Inhu. Ia tidak menutup mata bahwa pada MTQ kabupaten sebelumnya, prestasi Batang Gansal belum maksimal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, MTQ ke&#45;14 tahun ini diharapkan menjadi momentum untuk melakukan evaluasi sekaligus memperbaiki capaian tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kita ingin MTQ ini sukses sebagai kegiatan, tetapi jangan berhenti di situ. Ini juga menjadi tolok ukur untuk menghadapi MTQ tingkat Kabupaten Indragiri Hulu. Prestasi kita sebelumnya belum maksimal, maka tahun ini harus ada perbaikan. Kita harus berusaha lebih baik,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Kepala Desa Danau Rambai, Saharudin, menyatakan kesiapannya bersama pemerintah desa dan masyarakat untuk mendukung penuh pelaksanaan MTQ ke&#45;14 tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai tuan rumah, Saharudin mengakui bahwa dukungan anggaran yang tersedia untuk kegiatan tersebut relatif terbatas. Namun, keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan untuk mengurangi semangat dalam menyukseskan agenda keagamaan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Memang anggaran kita terbatas, tetapi semangat kita untuk menyukseskan MTQ ini tidak boleh terbatas. Kami bersama masyarakat dan panitia akan berupaya semaksimal mungkin agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan baik dan lancar,” kata Saharudin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia berharap dukungan seluruh desa, pemerintah kecamatan, panitia, LPTQ, tokoh agama dan masyarakat dapat semakin memperkuat pelaksanaan MTQ sehingga Danau Rambai tidak hanya mampu menjadi tuan rumah yang baik, tetapi juga ikut mendorong lahirnya kafilah&#45;kafilah terbaik Batang Gansal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan waktu yang tersisa kurang dari dua pekan, seluruh panitia dan unsur terkait kini dituntut bergerak cepat. Targetnya jelas: penyelenggaraan sukses, pelaksanaan tertib, dan prestasi Batang Gansal di MTQ Kabupaten Inhu mendatang harus lebih baik.(sur)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://beritainhu.com/assets/berita/original/58113011938-retouch_2026091413550372.jpg"/><pubDate>Mon, 14 Sep 2026 13:58:03 +0700</pubDate><guid>https://beritainhu.com/news/detail/3802/mtq-ke14-batang-gansal-tinggal-hitungan-hari-camat-jangan-hanya-sukses-jadi-tuan-rumah-prestasi-juga-harus-naik</guid></item><item><title>Hampir 10 Tahun Tak Digelar, Tradisi Melauh di Danau Baru Kembali Hidupkan Kebersamaan Warga</title><link>https://beritainhu.com/news/detail/3801/hampir-10-tahun-tak-digelar-tradisi-melauh-di-danau-baru-kembali-hidupkan-kebersamaan-warga</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;INHU&lt;/strong&gt; — Suasana berbeda terlihat di kawasan Danau Baru, Desa Kungkil, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu, Minggu (13/9/2026). Ratusan warga tumpah ruah mengikuti tradisi melauh, menangkap ikan bersama&#45;sama dengan cara menangguk, menjaring hingga menjala.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tak kurang dari 500 orang hadir dan meramaikan kegiatan tersebut. Mereka datang dari berbagai desa, bahkan dari sejumlah kecamatan, menjadikan tradisi melauh kali ini bukan sekadar kegiatan menangkap ikan, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dan hiburan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keseruan semakin terasa ketika ikan mulai bermunculan. Warga, termasuk kaum emak&#45;emak, terlihat antusias turun ke air dengan peralatan masing&#45;masing. Hiruk&#45;pikuk, tawa dan sorak&#45;sorai pun pecah saat ikan berhasil ditangkap.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menariknya, tradisi melauh di danau tersebut disebut sudah hampir sepuluh tahun tidak dilaksanakan. Kembali digelarnya kegiatan ini pun disambut antusias oleh masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tokoh pemuda setempat, Repi Putra Yandi, SH, mengatakan bahwa tujuan utama kegiatan bukan semata&#45;mata mengejar banyaknya ikan yang diperoleh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Yang kita cari bukan hanya ikannya. Yang lebih penting adalah kebersamaan, silaturahmi dan kesenangan masyarakat. Hari ini kita bisa berkumpul bersama, saling bercanda dan menikmati suasana tanpa memikirkan hiruk&#45;pikuk aktivitas sehari&#45;hari,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa tradisi melauh masih memiliki tempat tersendiri di hati warga. Kegiatan seperti ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarmasyarakat dari berbagai desa dan kecamatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemeriahan semakin lengkap dengan hadirnya berbagai kalangan, termasuk Humas PT Inecda, Joko Dwiyono, yang turut membaur bersama masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilestarikan. Bukan soal berapa banyak ikan yang didapat, tetapi bagaimana masyarakat bisa berkumpul, bergembira dan menjaga kebersamaan,” tambah Repi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejak pagi, kawasan Danau Baru pun berubah menjadi ruang rekreasi rakyat. Ada yang membawa jala, ada yang menangguk, ada pula yang memilih menjaring. Semua larut dalam keseruan melauh, sebuah tradisi sederhana yang ternyata mampu menghadirkan kegembiraan luar biasa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah hampir satu dekade vakum, Melauh Danau Baru akhirnya kembali—membawa ikan sebagai hasil tangkapan, tetapi meninggalkan cerita kebersamaan yang jauh lebih berharga.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://beritainhu.com/assets/berita/original/24275428431-1789354460067.jpg"/><pubDate>Mon, 14 Sep 2026 10:27:07 +0700</pubDate><guid>https://beritainhu.com/news/detail/3801/hampir-10-tahun-tak-digelar-tradisi-melauh-di-danau-baru-kembali-hidupkan-kebersamaan-warga</guid></item><item><title>Dari Terong hingga Kemandirian Pangan, Langkah Bhabinkamtibmas Seberida di Petala Bumi</title><link>https://beritainhu.com/news/detail/3800/dari-terong-hingga-kemandirian-pangan-langkah-bhabinkamtibmas-seberida-di-petala-bumi</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;INHU&lt;/strong&gt; — Upaya mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional terus dilakukan jajaran Polsek Seberida, Polres Indragiri Hulu (Inhu). Salah satunya dengan mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan rumah secara produktif untuk budidaya tanaman pangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan tersebut dilaksanakan Bhabinkamtibmas Desa Petala Bumi dan Desa Sibabat, Kecamatan Seberida, Bripka Toni K, Senin (14/9/2026) sekitar pukul 08.40 WIB hingga selesai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kegiatan yang berlangsung di lahan pekarangan belakang rumah warga Desa Petala Bumi tersebut, Bhabinkamtibmas melakukan kunjungan dan sambang sekaligus berdialog langsung dengan masyarakat mengenai pemanfaatan lahan yang tersedia untuk kegiatan pertanian skala rumah tangga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah satu tanaman yang dibudidayakan warga adalah terong, sebagai bagian dari upaya pemanfaatan lahan pekarangan untuk menghasilkan bahan pangan secara mandiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kesempatan itu, Bripka Toni juga memberikan motivasi dan imbauan kepada warga agar terus mengembangkan kegiatan pertanian mandiri. Pemanfaatan lahan kosong di sekitar rumah dinilai dapat menjadi langkah sederhana namun bermanfaat dalam mendukung ketersediaan pangan di tingkat keluarga dan lingkungan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional, sekaligus mendorong masyarakat agar memanfaatkan lahan yang ada secara optimal, produktif dan berkelanjutan,” demikian disampaikan dalam laporan kegiatan Polsek Seberida.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ketahanan pangan, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat gotong royong dan kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan dari lingkungan sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolsek Seberida Kompol Handono Sujaryanto, S.Sos., M.H. menyampaikan bahwa keterlibatan Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya mendukung berbagai program pemerintah yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib dan kondusif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;#Swasembadapangan #Ketahananpangan #Polisicintapetani&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://beritainhu.com/assets/berita/original/51904365316-img-20260914-wa0034.jpg"/><pubDate>Mon, 14 Sep 2026 09:33:59 +0700</pubDate><guid>https://beritainhu.com/news/detail/3800/dari-terong-hingga-kemandirian-pangan-langkah-bhabinkamtibmas-seberida-di-petala-bumi</guid></item></channel></rss>