Daerah

Dampak Psikologis Karhutla Mengintai Anak-anak di Inhu, Serdik Sespimen Polri dan Pemkab Gelar Trauma Healing

Dampak Psikologis Karhutla Mengintai Anak-anak di Inhu, Serdik Sespimen Polri dan Pemkab Gelar Trauma Healing

INHU — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bukan hanya meninggalkan persoalan lingkungan dan gangguan kesehatan akibat asap. Di balik kepungan kabut asap yang berkepanjangan, terdapat dampak psikologis yang juga perlu mendapat perhatian, khususnya bagi anak-anak.

Menyikapi kondisi tersebut, Peserta Didik (Serdik) Sespimen Polri Dikreg ke-67 Tahun Angkatan 2026 bersama Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak di wilayah yang terdampak asap Karhutla.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 11 September 2026, di Desa Kuantan Babu, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, sebagai bagian dari rangkaian Kuliah Kerja Profesi (KKP) Serdik Sespimen Polri di lingkungan Polres Inhu, Polda Riau.

Keterangan tersebut disampaikan Kapolres Indragiri Hulu AKBP Eka Ariandy Putra, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kasi Humas Polres Inhu Aiptu Misran, S.H.

Sebanyak 10 Serdik Sespimen Polri terlibat dalam kegiatan yang dipimpin langsung oleh Serdik Kompol Alexander Putra. Kegiatan juga dihadiri Kasat Binmas Polres Inhu AKP Johnson bersama tim, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Inhu Evy Irma Manurung beserta staf, serta Kepala Dinas Sosial Kabupaten Inhu Rika Varia Nora bersama tim.

Sasaran kegiatan merupakan anak-anak tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) di Desa Kuantan Babu.

Dalam pelaksanaannya, para Serdik bersama unsur pemerintah daerah tidak hanya memberikan pendampingan, tetapi juga mengajak anak-anak bermain, berkomunikasi dan berinteraksi dalam suasana yang santai serta penuh keakraban.

Pendekatan tersebut dilakukan sebagai upaya membantu anak-anak mengurangi rasa cemas maupun ketidaknyamanan yang mungkin muncul akibat situasi Karhutla dan paparan asap yang berkepanjangan.

Senyum dan tawa anak-anak pun menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut. Suasana yang hangat diharapkan dapat membantu mereka kembali merasakan ketenangan, rasa aman dan keceriaan di tengah kondisi lingkungan yang sedang tidak ideal.

“Kami menyadari bahwa dampak Karhutla tidak hanya pada kerusakan alam, tetapi juga dapat menimbulkan kecemasan dan ketakutan, khususnya bagi anak-anak. Melalui kegiatan ini, kami berharap anak-anak dapat kembali tersenyum, merasa aman dan tumbuh dengan ceria meskipun berada di tengah situasi yang sulit,” ungkap Kapolres Inhu melalui Kasi Humas.

Kegiatan trauma healing tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penanganan Karhutla tidak semata-mata berkutat pada pemadaman api dan penanganan asap. Pemulihan kondisi psikologis dan sosial masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menghadapi dampak bencana.

Sinergitas antara kepolisian, Serdik Sespimen Polri dan Pemerintah Kabupaten Inhu diharapkan terus diperkuat, terutama dalam memberikan perlindungan dan pendampingan kepada kelompok rentan seperti anak-anak.

Sebab, ketika asap Karhutla mulai menghilang, dampak yang tertinggal dalam ingatan dan perasaan anak-anak juga perlu dipulihkan.***