INHU, RIAU – Perjalanan panjang Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) terus menunjukkan perkembangan yang luar biasa. Berawal dari hanya tiga warga yang disahkan pada 1997, kini keluarga besar PSHT di Inhu telah berkembang hingga mencapai sekitar 7.500 anggota.
Perjalanan tersebut kembali dikenang dalam suasana penuh persaudaraan saat Harlah ke-22 PSHT Cabang Indragiri Hulu yang dirangkai dengan acara tasyakuran sekaligus pengesahan 210 warga baru PSHT, Sabtu malam (26/9/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Alun-Alun Desa Titian Resak, Kecamatan Seberida, itu berlangsung meriah dan dihadiri ribuan warga PSHT, masyarakat, pejabat pemerintahan, anggota dewan, serta tamu undangan lainnya.
Semarak acara semakin terasa dengan hadirnya sejumlah artis ternama yang menghibur masyarakat. Penampilan para artis tersebut diiringi OM Zikri, membuat suasana malam perayaan semakin hidup. Meski berlangsung meriah, nuansa persaudaraan tetap menjadi warna utama dalam kegiatan tersebut.
Yang menarik, acara tersebut juga dihadiri langsung Bupati Indragiri Hulu Ade Agus Hartanto. Orang nomor satu di Kabupaten Inhu itu hadir sekaligus memberikan ucapan selamat kepada keluarga besar PSHT Cabang Inhu yang tengah memperingati Harlah ke-22 serta kepada ratusan warga baru yang baru saja disahkan.
Selain Bupati Inhu, tampak hadir sejumlah pejabat dan tokoh daerah, di antaranya Anggota DPRD Inhu Mulyanto, A. Md, Camat Seberida Wisnu Subroto, perwakilan IPSI Kabupaten Inhu H. Subani, S.Pd.I, Kepala Desa Titian Resak Sumanto, ST, Ketua APDESI Inhu Sarno, jajaran pengurus PSHT Cabang Inhu, tokoh masyarakat, sesepuh PSHT serta para tamu undangan lainnya.
Berawal dari Titian Resak
Ketua PSHT Cabang Indragiri Hulu Suwito dalam arahannya mengungkapkan bahwa perjalanan PSHT di Kabupaten Inhu memiliki sejarah panjang yang tidak bisa dilepaskan dari Desa Titian Resak.
Menurut Suwito, PSHT mulai berdiri di Kabupaten Indragiri Hulu pada 1996 dan pada saat itu Titian Resak menjadi salah satu basis awal perkembangannya.
Setahun kemudian, tepatnya pada 1997, untuk pertama kalinya dilakukan pengesahan warga PSHT di Inhu. Saat itu, jumlahnya hanya tiga orang.
"Pada tahun 1996 PSHT berdiri di Inhu dan basisnya di Titian Resak. Kemudian pada tahun 1997 dilakukan pengesahan pertama, saat itu hanya tiga orang," ujar Suwito.
Dari tiga warga tersebut, perjalanan PSHT di Inhu terus berkembang dari tahun ke tahun. Organisasi pencak silat yang mengedepankan nilai persaudaraan itu kemudian semakin dikenal dan berkembang ke berbagai wilayah di Kabupaten Indragiri Hulu.
Kini, setelah lebih dari dua dekade perjalanan, jumlah anggota PSHT di Inhu telah mencapai sekitar 7.500 orang.
Angka tersebut menjadi gambaran bagaimana sebuah organisasi yang dahulu tumbuh dari kelompok kecil mampu berkembang menjadi keluarga besar dengan anggota yang tersebar di berbagai daerah di Kabupaten Inhu.
Pada momentum Harlah ke-22 tersebut, perjalanan regenerasi itu kembali terlihat dengan disahkannya 210 warga baru PSHT.
Pengesahan bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi momentum bagi para warga baru untuk memasuki bagian baru dalam perjalanan mereka sebagai keluarga besar PSHT.
Suwito berpesan agar para warga baru tidak hanya menjadikan pencak silat sebagai kemampuan bela diri, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran PSHT.
Nilai persaudaraan, kedisiplinan, tanggung jawab, sportivitas serta sikap menghormati sesama harus menjadi bagian dari kehidupan para warga PSHT.
Ia juga mengingatkan seluruh keluarga besar PSHT agar senantiasa menjaga nama baik organisasi dan ikut berkontribusi menciptakan keamanan, ketertiban serta keharmonisan di tengah masyarakat.
Bupati: Jaga Persaudaraan dan Beri Kontribusi Positif
Sementara itu, Bupati Indragiri Hulu Ade Agus Hartanto dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada keluarga besar PSHT Cabang Inhu atas peringatan Harlah ke-22.
Bupati juga memberikan selamat kepada 210 warga baru yang telah resmi disahkan sebagai bagian dari keluarga besar PSHT.
Menurutnya, keberadaan organisasi seperti PSHT memiliki peran penting dalam pembinaan generasi muda, terutama dalam menanamkan nilai disiplin, sportivitas, persaudaraan dan kebersamaan.
Ia berharap keluarga besar PSHT di Kabupaten Indragiri Hulu dapat terus menjaga kekompakan serta membangun hubungan yang baik dengan pemerintah dan masyarakat.
Bupati juga mengajak seluruh anggota PSHT untuk terus memberikan kontribusi positif bagi daerah. Semangat persaudaraan yang selama ini menjadi bagian dari PSHT diharapkan tidak hanya terjalin di lingkungan organisasi, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.
"Selamat Harlah ke-22 PSHT Cabang Inhu dan selamat kepada warga baru yang telah disahkan. Mari terus menjaga persaudaraan, kekompakan dan bersama-sama memberikan kontribusi yang positif bagi Kabupaten Indragiri Hulu," pesan Bupati.
Dari Tiga Menjadi Ribuan
Peringatan Harlah ke-22 PSHT Cabang Inhu tahun ini akhirnya bukan hanya menjadi sebuah pesta perayaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk kembali melihat perjalanan panjang PSHT di Kabupaten Indragiri Hulu.
Titian Resak yang menjadi salah satu titik awal perjalanan PSHT Inhu kembali menjadi tempat berkumpulnya keluarga besar organisasi tersebut.
Dari tiga warga yang disahkan pada 1997, kini sekitar 7.500 anggota telah menjadi bagian dari keluarga besar PSHT di Inhu.
Dan pada malam itu, sebanyak 210 warga baru kembali menambah panjang daftar generasi PSHT yang akan meneruskan perjalanan organisasi di masa mendatang.
Kemeriahan acara dengan hiburan artis dan iringan OM Zikri memang menjadi daya tarik tersendiri. Namun di balik panggung dan gemerlap hiburan tersebut, tersimpan pesan yang jauh lebih besar: sebuah perjalanan persaudaraan yang dimulai dari tiga orang, tumbuh menjadi ribuan, dan terus melahirkan generasi baru.
Dari Titian Resak, sejarah PSHT Inhu terus ditulis. Dari tiga warga, kini menjadi sekitar 7.500 anggota. Dan malam itu, 210 warga baru resmi menjadi bagian dari perjalanan panjang tersebut.
Persaudaraan boleh terus bertambah, generasi boleh berganti, tetapi semangat untuk menjaga persaudaraan dan memberikan manfaat bagi masyarakat diharapkan tetap menjadi napas PSHT Cabang Indragiri Hulu, Riau.(sur)

