INHU - Kalau beras langka, warga Desa Talang Lakat sudah siap dengan rencana B. Senin, 15 Juni 2026 pukul 11.00 WIB, Aipda Rahmatsyah Putra dari Polsek Batang Gansal meninjau langsung pekarangan pangan bergizi milik Bapak Yudi yang penuh dengan ubi kayu.
Satu rumpun ubi kayu itu bukan tanaman biasa. Bagi warga Talang Lakat, ubi adalah "lumbung karbohidrat darurat" yang setia. Direbus, digoreng, dibuat lempok, sampai jadi keripik. Murah, bergizi, dan tahan lama di tanah.
"Kita dukung Asta Cita Presiden soal ketahanan pangan. Bapak Yudi kasih contoh paling jujur: tanam ubi. Nggak rewel, nggak manja, tapi hasilnya ngenyangin sekeluarga," ujar Aipda Rahmatsyah Putra saat berdiskusi dengan pemilik pekarangan.
Peninjauan ini jadi cara Polsek Batang Gansal memastikan program pekarangan bergizi tidak berhenti di atas kertas. Bhabinkamtibmas hadir, berdialog, dan memotivasi warga agar berani manfaatkan lahan kosong. Tujuannya satu: desa kuat, dapur aman.
Kapolsek Batang Gansal, Iptu Jimmy Lano, S.Sos., menyebut ubi kayu adalah komoditas strategis yang sering dilupakan.
"UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan menekankan diversifikasi. Ubi kayu Bapak Yudi ini bukti nyata diversifikasi pangan lokal. Batang Gansal nggak tergantung satu sumber pangan saja," tegas Iptu Jimmy Lano.
Selama kegiatan, suasana Desa Talang Lakat aman, tertib, dan lancar. Dokumentasi kegiatan sudah dilampirkan sebagai jejak digital sinergi Polri dan petani pekarangan.
Pesan dari Talang Lakat: ketahanan pangan itu unik. Kadang jawabannya bukan yang mahal dan modern, tapi ubi kayu yang sudah berabad-abad jadi sahabat orang desa.
#swasembadapangan
#ketahananpangan
#polisicintapetani

