INHU - Satu petak pekarangan, tiga komoditas unggulan, ribuan manfaat. Itulah potret nyata ketahanan pangan yang sedang dibangun warga Desa Kelesa RT 007 RW 001, Kecamatan Seberida.
Senin, 15 Juni 2026 pukul 10.15 WIB, Bhabinkamtibmas Desa Kelesa, Aipda D.A. Daulay, S.H., turun langsung menyambangi "mini farm" milik warga. Di lahan sempit itu tumbuh rapi jagung manis, labu, dan kemangi berdampingan.
Bagi warga, trilogi ini bukan sekadar tanaman. Jagung manis jadi camilan sehat pengganti jajanan pabrikan. Labu jadi sumber karbohidrat dan vitamin A untuk anak. Kemangi jadi rempah wajib yang harganya sering naik di pasar.
"Ini namanya 'Pekarangan Emas'. Tanam sekali, panen berkali-kali. Jagung untuk cemilan, labu untuk sayur, kemangi untuk lalap. Semua ada di halaman sendiri," ujar Aipda Daulay saat memberi motivasi kepada warga.
Dialog langsung dengan pemilik lahan jadi kunci. Aipda Daulay mengajak warga berpikir kreatif: tumpang sari agar lahan sempit hasilnya maksimal, pupuk organik dari limbah rumah tangga, dan menanam sesuai kebutuhan dapur.
Kapolsek Seberida, Kompol Handono S, S.Sos, M.H., menyebut model Desa Kelesa ini harus jadi "kelas inspirasi" bagi desa lain di Inhu.
"UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan UU No. 41 Tahun 2009 jelas mengamanatkan pemanfaatan lahan berkelanjutan. Warga Kelesa sudah membuktikan: ketahanan pangan itu bukan jargon, tapi aksi nyata dari pekarangan," tegas Kompol Handon.
Selama kegiatan berlangsung, suasana penuh kehangatan. Ibu-ibu sibuk mencatat tips, bapak-bapak berdiskusi pupuk, anak-anak berlarian di sela batang jagung. Situasi aman, kondusif, dan penuh optimisme.
Polsek Seberida berkomitmen: Bhabinkamtibmas akan terus jadi "penyuluh berseragam". Karena ketahanan pangan yang super, selalu dimulai dari langkah kecil yang konsisten di halaman rumah sendiri.
#swasembadapangan
#ketahananpangan
#polisicintapetani

