BERITAINHU.COM, INHU – Aksi pencurian buah kelapa sawit atau yang kerap disebut ninja sawit kian meresahkan para petani, khususnya di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Pelaku yang beraksi pada malam hingga dini hari ini terbilang licin dan sulit ditangkap, lantaran memanfaatkan waktu saat warga terlelap tidur.
Seperti dialami Sukardi, salah seorang petani sawit warga Desa Danau Rambai, Kecamatan Batang Gansal. Ia mengaku baru saja menjadi korban pencurian buah sawit di kebunnya.
“Saya tadi habis manen sawit, sisa maling,” ujar Sukardi kepada media saat ditemui di kediamannya, Rabu (21/6/2026).
Sukardi menuturkan, kejadian tersebut bukanlah yang pertama kali dialaminya. Ia mengaku sudah berulang kali kehilangan hasil panen akibat ulah para pencuri yang beroperasi pada malam hari.
“Bukan sekali ini saja, sudah sering. Biasanya maling masuk malam-malam, kita tidak tahu karena sedang tidur,” ungkapnya dengan nada kesal.
Akibat kejadian tersebut, Sukardi mengaku mengalami kerugian yang tidak sedikit. Padahal, hasil panen sawit sangat diharapkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Dirinya berharap aparat penegak hukum dapat meningkatkan patroli dan pengawasan, terutama di wilayah perkebunan yang rawan pencurian. Selain itu, ia juga mengajak sesama petani untuk lebih waspada dan saling menjaga keamanan kebun.
“Kami berharap ada perhatian dari pihak kepolisian. Kalau bisa patroli malam diperbanyak, supaya maling sawit ini bisa ditangkap dan ada efek jera,” harapnya.
Maraknya aksi ninja sawit ini menjadi perhatian serius masyarakat, mengingat mayoritas warga di wilayah pedesaan menggantungkan hidup dari hasil perkebunan sawit. Masyarakat pun berharap adanya langkah nyata agar keamanan dan ketenangan petani dapat kembali terjaga.(sur)

