Peristiwa

Kecelakaan Maut di Jalintim Seberida, Satu Sopir Tewas, Dua Orang Terluka

Kecelakaan Maut di Jalintim Seberida, Satu Sopir Tewas, Dua Orang Terluka

INHU – Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Lintas Timur (Jalintim), Kelurahan Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 05.30 WIB. Insiden yang melibatkan dua kendaraan truk tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia, satu orang mengalami luka berat, dan satu orang lainnya luka ringan.

Kecelakaan melibatkan Mobil Isuzu Colt Diesel bernomor polisi B 9977 VXR dengan Mobil Hino Truk Tronton bernomor polisi BK 8933 WP. Selain menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut juga mengakibatkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp20 juta.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Rohmat Hidayat (18), warga Kampung Baro, Desa Kadule, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Banten. Sementara penumpang bernama Azis Febriansyah mengalami luka berat, sedangkan Maruhum Siahaan mengalami luka ringan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan terjadi saat kondisi masih subuh dengan cuaca hujan. Lokasi kejadian berada di ruas jalan aspal lurus, dengan sisi kiri merupakan area perkebunan kelapa sawit dan sisi kanan kawasan permukiman warga.

Usai menerima laporan, personel Polsek Seberida langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memberikan pertolongan kepada korban, mengamankan barang bukti, meminta keterangan saksi-saksi, serta melakukan pendataan kecelakaan ke dalam sistem IRSMS.

Kapolsek Seberida Kompol Handono Sujaryanto, S.Sos., M.H. melalui Kanit Lantas Ipda Jhon Irwansyah mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara pada dini hari maupun ketika kondisi cuaca kurang bersahabat.

"Kami mengimbau kepada seluruh pengendara agar selalu mengutamakan keselamatan, menjaga konsentrasi, mematuhi batas kecepatan, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan. Cuaca hujan dan jarak pandang yang terbatas dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas," ujar Kanit Lantas Polsek Seberida.

Saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penanganan dan penyelidikan pihak kepolisian. Polisi juga telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi serta mengamankan kedua kendaraan yang terlibat guna kepentingan proses penyidikan lebih lanjut.

Sementara itu, sopir Truk Tronton, Maruhum Siahaan, saat ditemui awak media mengaku telah berupaya menghindari kecelakaan sebelum tabrakan terjadi.

"Sebelum kejadian saya sudah memberikan kode lampu dan membunyikan klakson karena melihat mobil dari arah depan terlihat agak oleng dan mengarah ke lajur kanan. Namun mobil tersebut tetap melaju hingga menabrak truk saya. Saat itu posisi truk saya sudah berhenti," ujar Maruhum.

Ia juga menduga pengemudi kendaraan yang bertabrakan dengannya dalam kondisi mengantuk. Meski demikian, dugaan tersebut masih sebatas keterangan dari pihak yang terlibat dan penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian.