KAMPAR – Suasana halaman SMAN 5 Tapung, Kabupaten Kampar, tampak semarak selama pelaksanaan Perkemahan Jumat, Sabtu, dan Minggu (Perjusami) yang digelar Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Tapung melalui SMAN 5 Tapung, Jumat hingga Minggu (30 Oktober–1 November 2026).
Kegiatan yang diikuti puluhan pelajar tersebut melibatkan para guru, pembina Pramuka serta pengurus Gerakan Pramuka di wilayah Kecamatan Tapung. Turut hadir AKP (Purn) Buyung Dermawel, selaku pembina Pramuka UPT SMPN 10 Tapung, serta Makan Yusra, pembina Pramuka SMAN 5 Tapung.
Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai kegiatan edukatif dan keterampilan kepramukaan. Mulai dari pemberian materi semaput, pionering, ilmu menafsir, latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB), hingga kegiatan api unggun yang menjadi salah satu momen paling dinantikan dalam perkemahan.
Tidak hanya mengasah keterampilan dan kedisiplinan, Perjusami juga semakin semarak dengan penampilan pentas seni dari para peserta. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi pelajar untuk menyalurkan kreativitas, membangun keberanian serta mempererat persahabatan antarsesama anggota Pramuka.
Dalam kesempatan tersebut, Pembina Pramuka UPT SMPN 10 Tapung, AKP (Purn) Buyung Dermawel, menyampaikan bahwa Perjusami bukan sekadar kegiatan berkemah, melainkan bagian dari proses pendidikan karakter bagi generasi muda.
"Melalui kegiatan Perjusami ini, kita berharap adik-adik Pramuka dapat belajar menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki jiwa kepemimpinan. Pramuka bukan hanya tentang baris-berbaris atau berkemah, tetapi juga bagaimana membentuk karakter, kebersamaan, kepedulian dan semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari," ungkapnya.
Ia juga berharap kegiatan kepramukaan seperti ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar semakin banyak generasi muda yang memiliki keterampilan, mental tangguh dan kepribadian yang baik.
Dengan mengusung semangat kebersamaan dan pendidikan karakter, Perjusami SMAN 5 Tapung diharapkan menjadi pengalaman berharga bagi para peserta. Sebab, di balik tenda, api unggun dan berbagai aktivitas perkemahan, tersimpan pelajaran penting tentang persaudaraan, kemandirian dan arti sebuah tanggung jawab. (sur)

