INHU – Sebanyak 144 kafilah dari 10 desa dan satu kelurahan di Kecamatan Seberida siap berkompetisi dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-33 tingkat Kecamatan Seberida. Ajang pembinaan generasi Qur’ani tersebut resmi dibuka Wakil Bupati Indragiri Hulu (Inhu), Ir. H. Hendrizal, M.Si., di halaman Kantor Camat Seberida, Jumat (2/10/2026) malam.
Pembukaan MTQ berlangsung meriah dengan diwarnai pawai defile para kafilah, tari persembahan siswi MA Al Ihsan Buluh Rampai, penampilan Marching Band Pondok Pesantren Syamsuddin, serta bazar yang menampilkan berbagai potensi desa dan kelurahan se-Kecamatan Seberida.
Dalam sambutannya, Wabup Hendrizal menegaskan bahwa MTQ tidak boleh hanya dimaknai sebagai ajang mengejar juara. Lebih dari itu, MTQ harus menjadi momentum untuk semakin mendekatkan masyarakat dengan Al-Qur’an sekaligus menanamkan kecintaan terhadap nilai-nilai keagamaan.
“Yang paling penting bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana MTQ ini mampu menumbuhkan kecintaan kita terhadap Al-Qur’an dan melahirkan generasi Qur’ani yang memiliki kemampuan sekaligus akhlak yang baik,” pesan Hendrizal.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti perlombaan dengan penuh keikhlasan dan menjadikan setiap lantunan ayat suci Al-Qur’an sebagai bagian dari ibadah.
Menurutnya, kegiatan MTQ merupakan salah satu bentuk pembinaan yang harus dilakukan secara berkelanjutan. Hal itu terlihat dari peningkatan prestasi kafilah Kabupaten Inhu pada MTQ ke-44 tingkat Provinsi Riau Tahun 2026.
Pada ajang tersebut, Kafilah Inhu berhasil menempati peringkat keempat dengan raihan 303 poin. Capaian itu meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di peringkat ke-12.
“Prestasi ini tentu menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus memperkuat pembinaan, sehingga ke depan semakin banyak qari, qariah, hafiz dan hafizah dari Inhu yang mampu berprestasi di tingkat provinsi bahkan nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Seberida Wisnu Subroto, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya MTQ ke-33 tersebut.
Ia berharap pelaksanaan MTQ tidak berhenti pada kemeriahan acara, tetapi memberikan dampak nyata terhadap pembinaan generasi muda di Kecamatan Seberida.
“MTQ ini bukan hanya tentang mencari juara, tetapi bagaimana kita menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sportif, menjunjung silaturahmi dan memberikan kemampuan terbaiknya,” kata Wisnu.
Wisnu juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung pembinaan generasi Qur’ani serta menjadikan MTQ sebagai momentum mempererat persatuan dan kebersamaan antardesa dan kelurahan.
MTQ ke-33 tingkat Kecamatan Seberida berlangsung selama tiga hari, 2–4 Oktober 2026, dengan diikuti 144 kafilah dari 10 desa dan satu kelurahan.
Selain rangkaian perlombaan, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk menyampaikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dengan semangat MTQ, Kecamatan Seberida diharapkan tidak hanya mampu melahirkan para juara, tetapi juga mencetak generasi muda yang mencintai Al-Qur’an, berakhlak, serta mampu membawa nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan bermasyarakat. (sur)

