BERITAINHU.COM, INHU – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Batang Peranap turut menghadiri Konferensi PGRI Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Masa Bakti XIII Tahun 2025–2030 yang digelar di Gedung SKB Rengat Barat, Selasa (10/2/2026).
Konferensi yang mengangkat tema “Guru dan Peran PGRI Kabupaten Indragiri Hulu dalam Mendukung Pendidikan Berkualitas” ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen organisasi terhadap peningkatan mutu pendidikan di daerah.
Kegiatan yang berlangsung selama satu hari tersebut diisi dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban kerja dan laporan keuangan tahun 2025 oleh Pengurus PGRI Kabupaten Indragiri Hulu sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada seluruh anggota. Selain itu, forum konferensi juga membahas dan merumuskan sejumlah program strategis yang akan dijalankan pada masa bakti 2025–2030.
Dalam kesempatan itu, Sekretaris PGRI Batang Peranap, Dede Agus Salim Rahman, menyampaikan beberapa usulan program yang dinilai dapat disinergikan dengan PGRI Kabupaten Indragiri Hulu. Salah satu gagasan yang diusulkan adalah program “Satu Guru Satu Pohon”, sebagai bentuk kontribusi nyata guru dalam pelestarian lingkungan sekaligus mendukung pendidikan karakter berbasis kepedulian terhadap alam.
“Program ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi peserta didik tentang pentingnya menjaga kelestarian alam,” ujarnya.
Selain itu, Dede juga menyampaikan aspirasi terkait permasalahan guru honorer yang hingga kini belum mendapatkan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar hak dan pengakuan administratif guru honorer dapat terpenuhi secara merata.
Konferensi ini diharapkan mampu memperkuat soliditas organisasi serta melahirkan program-program konkret yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Indragiri Hulu. Dengan semangat kebersamaan, PGRI diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan kesejahteraan guru dan mutu pendidikan di daerah.***

