INHU – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-11 tahun 2026 di Pondok Pesantren (Ponpes) Imadul Bilad, Pematang Reba, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), berlangsung penuh makna. Selain upacara, kegiatan ini diwarnai penampilan hafalan Nadzam Akidatul Awam oleh para santri SMP IT Permata Bangsa serta peluncuran dua buku karya pimpinan pesantren, Dr. KH. Cucu Sulaeman, S.Ag., M.Pd.I., Kamis (22/10/2026).
Usai upacara, para santri SMP IT Permata Bangsa tampil mengesankan dengan melantunkan hafalan Nazam Akidatul Awam secara kompak dan penuh semangat. Penampilan tersebut menjadi salah satu momen istimewa yang menunjukkan kesungguhan para santri dalam mempelajari dan menghafal materi keagamaan.
Tak hanya menampilkan kemampuan hafalan, peringatan Hari Santri Nasional kali ini juga menjadi momentum penguatan budaya literasi melalui peluncuran dua buku karya pimpinan Ponpes Imadul Bilad, Dr. KH. Cucu Sulaeman, S.Ag., M.Pd.I.
Kedua buku tersebut berjudul Untaian Nasihat dalam Puisi dan *Mengenal 77 Cabang Iman*. Keduanya diterbitkan oleh PT Reformasi Jangkar Philosophia, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang tercatat sebagai anggota Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) dengan nomor 303/JTE/2025.
Dalam kesempatan itu, dilakukan pula penyerahan buku secara simbolis kepada para pelajar sesuai jenjang pendidikan. Buku Mengenal 77 Cabang Iman diserahkan kepada perwakilan siswa tingkat SLTA, sedangkan buku *Untaian Nasihat dalam Puisi* diperuntukkan bagi siswa dan santri tingkat SLTP sederajat.
Melalui kedua karya tersebut, penulis berharap dapat menghadirkan bahan bacaan yang bermanfaat bagi dunia pendidikan, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai keimanan, akhlak, serta kecintaan terhadap ilmu pengetahuan.
Buku-buku tersebut diharapkan menjadi salah satu sumber literasi bagi para pelajar sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.
Penulis juga menyampaikan bahwa kedua buku tersebut dapat dibaca oleh masyarakat umum. Buku-buku itu tidak dipasarkan melalui toko buku konvensional, tetapi dapat diperoleh melalui Shopee atau dengan menghubungi langsung penulis.
Rangkaian kegiatan ini menjadi pengingat bahwa peringatan Hari Santri Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan juga momentum untuk memperkuat pendidikan agama, membangun karakter generasi muda, serta menumbuhkan budaya membaca dan menulis di lingkungan pesantren.
Melalui perpaduan kegiatan keagamaan, penampilan hafalan santri, dan peluncuran karya literasi, Ponpes Imadul Bilad menunjukkan bahwa pendidikan pesantren tidak hanya berfokus pada penguatan ilmu agama, tetapi juga mendorong lahirnya generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki wawasan luas.***