Kanal

Kemarau Panjang, Jagung Petani Seberida Mulai Layu, Program Ketahanan Pangan Diuji

INHU — Kemarau panjang yang masih melanda Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mulai memberikan dampak terhadap tanaman pertanian masyarakat. Kondisi tersebut terlihat dalam pengecekan tanaman jagung pipil di Desa Seberida, Kecamatan Batang Gansal, Kamis (17/9/2026).

Di tengah upaya mendorong program swasembada pangan dan ketahanan pangan, sebagian besar tanaman petani di wilayah tersebut dilaporkan mulai mengalami kekeringan. Daun tanaman terlihat layu dan menguning akibat minimnya pasokan air selama musim kemarau.

Pengecekan dilakukan Bhabinkamtibmas Polsek Batang Gansal, Bripka Habibi S dan Briptu Syahrul Rahmadhani, S.H., sekitar pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Salah satu lokasi yang dipantau merupakan lahan milik masyarakat Desa Seberida yang ditanami jagung pipil dalam rangka mendukung program Asta Cita Presiden di bidang ketahanan pangan. Tanaman jagung tersebut saat ini telah berusia sekitar 60 hari.

Pengelolaan tanaman dilakukan oleh Kelompok Tani CSR PT SIR dengan memanfaatkan lahan milik masyarakat setempat.

Namun, kondisi di lapangan menunjukkan tantangan yang tidak ringan. Kemarau panjang membuat hampir seluruh tanaman petani mengalami tekanan akibat kekurangan air. Tanaman yang sebelumnya diharapkan tumbuh subur kini banyak yang tampak layu dan menguning.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena tanaman jagung berada pada fase pertumbuhan yang membutuhkan perawatan dan dukungan air yang cukup agar dapat berkembang optimal hingga masa panen.

Pengecekan sekaligus menjadi bagian dari pemantauan terhadap perkembangan tanaman serta kondisi ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Batang Gansal.

Meski kondisi tanaman terdampak kemarau, selama kegiatan berlangsung situasi di lokasi tetap aman dan terkendali.

Kapolsek Batang Gansal IPTU Jimmy Lano, S.Sos., melalui kegiatan tersebut memastikan pemantauan terhadap program ketahanan pangan tetap dilakukan, terutama di tengah kondisi cuaca yang cukup ekstrem dan berpotensi memengaruhi hasil pertanian masyarakat.

Kemarau bukan hanya membuat tanah mengering. Bagi petani, setiap tanaman yang layu adalah tanda bahwa perjuangan menjaga ketahanan pangan sedang menghadapi ujian di lapangan.

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER