Daerah

Jarang Terjadi! Lurah Pangkalan Kasai Turun ke Sawah, Dorong Warga Hidupkan Kembali Persawahan

Jarang Terjadi! Lurah Pangkalan Kasai Turun ke Sawah, Dorong Warga Hidupkan Kembali Persawahan

INHU — Pemandangan tak biasa terlihat di Kelurahan Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Di tengah dominasi perkebunan kelapa sawit dan semakin jarangnya masyarakat menanam padi, pemerintah kelurahan justru turun langsung ke sawah untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.

Pada Rabu (23/9/2026), Lurah Pangkalan Kasai, Juhendrizal, bersama sejumlah staf kelurahan turun langsung ke lahan persawahan di kawasan Kampung Sawah, sekitar Kelurahan Pangkalan Kasai.

Bukan sekadar meninjau, rombongan kelurahan ikut membantu proses penanaman padi. Lurah Juhendrizal terlihat turun ke area persawahan bersama para staf, berbaur dengan petani dan ikut menanam padi.

Kegiatan tersebut menjadi pemandangan yang cukup langka di Kecamatan Seberida. Pasalnya, aktivitas pertanian padi di wilayah tersebut saat ini terbilang sangat minim. Sebagian besar masyarakat lebih memilih mengelola perkebunan kelapa sawit yang dinilai lebih menjanjikan secara ekonomi.

Kawasan yang dikenal sebagai Kampung Sawah tersebut sebenarnya memiliki sejarah sebagai salah satu sentra persawahan di sekitar Pangkalan Kasai. Dahulu, lahan persawahan di kawasan itu mencapai kurang lebih 8 hektare dan dimanfaatkan khusus untuk tanaman padi.

Namun, seiring perkembangan waktu, aktivitas persawahan semakin berkurang. Lahan yang sebelumnya ditanami padi mulai jarang digarap, bahkan sebagian telah beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit.

Kini, pemerintah Kelurahan Pangkalan Kasai mencoba mendorong agar aktivitas pertanian padi kembali bergeliat. Turunnya lurah bersama jajaran ke sawah menjadi bagian dari upaya memberikan contoh sekaligus membangun semangat masyarakat untuk kembali memanfaatkan lahan pertanian.

Lurah Pangkalan Kasai Juhendrizal mengatakan, kegiatan tersebut bukan hanya soal menanam padi, tetapi juga sebagai bentuk dukungan pemerintah kelurahan terhadap program ketahanan pangan nasional.

“Kami ingin memberikan semangat kepada masyarakat bahwa lahan persawahan yang ada masih bisa dimanfaatkan kembali. Kalau selama ini masyarakat lebih banyak berkebun sawit, kita juga ingin mendorong agar pertanian padi kembali hidup,” ujar Juhendrizal.

Menurutnya, potensi lahan persawahan di Kampung Sawah merupakan aset yang perlu dijaga dan dimanfaatkan. Apalagi, ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat maupun daerah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat hingga tingkat kelurahan.

“Kami dari kelurahan siap mendukung dan membantu semampu kami. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menjadi awal untuk menghidupkan kembali persawahan di Pangkalan Kasai dan menumbuhkan minat masyarakat untuk bertani padi,” katanya.

Juhendrizal berharap, apa yang dilakukan pemerintah kelurahan bersama masyarakat tersebut dapat menjadi langkah awal untuk mengembalikan fungsi lahan persawahan yang selama ini mulai ditinggalkan.

“Kalau lahan yang ada bisa kembali produktif, tentu manfaatnya bukan hanya untuk petani, tetapi juga untuk ketahanan pangan masyarakat di Pangkalan Kasai,” pungkasnya.

Langkah kecil dari Kampung Sawah ini pun menjadi gambaran bahwa di tengah luasnya hamparan perkebunan sawit di Kecamatan Seberida, masih ada harapan untuk kembali melihat sawah dan tanaman padi menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.