Peristiwa

Api Melalap Kebun Sawit Warga di Buluh Rampai, Polisi dan BPBD Bergerak Padamkan Karhutla

Api Melalap Kebun Sawit Warga di Buluh Rampai, Polisi dan BPBD Bergerak Padamkan Karhutla

INHU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau. Kali ini, kebakaran melanda areal perkebunan kelapa sawit milik masyarakat di Desa Buluh Rampai, Kecamatan Seberida, Sabtu (29/8/2026).

Kebakaran tersebut diketahui dan ditangani petugas sekitar pukul 11.40 WIB. Lokasi kebakaran berada di RT 033 RW 003 Desa Buluh Rampai, dengan luas lahan yang terdampak diperkirakan sekitar satu hektare.

Lahan yang terbakar diketahui milik Ningrahayu (65), warga Desa Buluh Rampai. Berdasarkan laporan petugas, lokasi tersebut merupakan areal perkebunan kelapa sawit yang baru dilakukan staking.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kapolsek Seberida Kompol Handono Sujaryanto, S.Sos., M.H., bersama enam personel Polsek Seberida turun langsung ke lokasi. Petugas juga mendapat dukungan dari personel TNI serta tim Ranpos BPBD PKP Kecamatan Seberida yang mengerahkan 10 personel.

Tim gabungan kemudian melakukan pemadaman sekaligus pendinginan untuk memastikan api tidak kembali menyala. Dua unit mobil pemadam BPBD Kecamatan Seberida dikerahkan dengan dukungan sejumlah peralatan pemadaman, termasuk selang dan nozzle.

Kapolsek Seberida Kompol Handono Sujaryanto mengatakan, proses pemadaman sempat menghadapi kendala karena lokasi titik api cukup jauh dari sumber air. Petugas bahkan harus mengambil pasokan air dari Sungai Cenaku.

“Api sudah berhasil dipadamkan. Namun, di beberapa titik masih terdapat asap sehingga petugas tetap melakukan pendinginan dan pemantauan,” ujar Handono dalam laporannya.

Ia menjelaskan, kondisi sumber air di sekitar lokasi kebakaran juga dalam keadaan kering. Meski demikian, petugas terus melakukan penyisiran dan pendinginan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, jenis tanah di lokasi kebakaran merupakan tanah mineral. Hingga saat ini, luas lahan yang terdampak diperkirakan sekitar satu hektare.

Kapolsek menegaskan, kegiatan pemadaman dan pendinginan akan terus dilakukan hingga lokasi benar-benar dinyatakan aman. Patroli serta monitoring terhadap potensi karhutla di wilayah hukum Polsek Seberida juga terus ditingkatkan.

“Situasi secara umum aman dan kondusif. Kami tetap melakukan patroli serta monitoring secara berkelanjutan sebagai langkah antisipasi agar kebakaran tidak meluas,” pungkasnya.

Dalam laporan tersebut, titik kebakaran disebut tidak terpantau pada Dashboard Lancang Kuning.(sur)