INDRAGIRI HULU – Menghadapi krisis air bersih akibat kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah, Pemerintah Desa (Pemdes) Tanah Datar, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), mengambil langkah nyata dengan membangun sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat.
Pembangunan sumur bor tersebut berada di lingkungan RT 13/RW 04, Dusun 3, Desa Tanah Datar. Berdasarkan papan informasi proyek, pembangunan sumur bor memiliki kedalaman 100 meter dengan diameter 4 inci dan anggaran sebesar Rp35 juta, termasuk pajak PPN dan PPh. Sumber dana tercantum berasal dari Dana Desa/APBN Tahun Anggaran 2026.
Kepala Desa Tanah Datar, Purwono, S.Pi, mengatakan pembangunan sumur bor ini merupakan salah satu upaya pemerintah desa dalam mengantisipasi kesulitan air yang dirasakan masyarakat selama musim kemarau.
«“Kemarau tahun ini cukup panjang dan kondisi tersebut mulai berdampak terhadap ketersediaan air bagi masyarakat. Karena itu, pemerintah desa berupaya menghadirkan fasilitas air melalui pembangunan sumur bor ini. Harapan kami, setelah selesai dan dapat dimanfaatkan, kebutuhan air warga, khususnya di lingkungan sekitar, bisa lebih terbantu,” ujar Purwono.»
Menurutnya, pembangunan tersebut juga menjadi bentuk perhatian pemerintah desa terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Selain untuk kebutuhan sehari-hari, ketersediaan sumber air yang memadai diharapkan dapat mengurangi ketergantungan warga terhadap sumber air yang mulai mengering akibat kemarau.
Sementara itu, salah seorang tokoh pemuda Desa Tanah Datar, Sulaeman, menyambut baik pembangunan sumur bor tersebut. Ia menilai keberadaan fasilitas air sangat dibutuhkan masyarakat, terlebih kondisi kemarau yang cukup panjang.
«“Kami mengapresiasi langkah pemerintah desa membangun sumur bor ini. Air merupakan kebutuhan utama masyarakat. Mudah-mudahan pembangunan ini benar-benar memberikan manfaat dan dapat digunakan secara maksimal oleh warga, terutama masyarakat yang selama kemarau mengalami kesulitan mendapatkan air,” kata Sulaeman.»
Ia juga berharap fasilitas tersebut nantinya dapat dirawat dan dimanfaatkan secara bersama-sama agar keberadaannya bisa bertahan dalam jangka panjang.
“Yang terpenting setelah selesai nanti, mari sama-sama kita jaga dan rawat. Jangan sampai fasilitas yang dibangun dengan anggaran desa ini cepat rusak. Kalau dirawat bersama, tentu manfaatnya akan dirasakan masyarakat dalam waktu yang lama,” tambahnya.
Pemdes Tanah Datar berharap pembangunan sumur bor tersebut dapat segera rampung sesuai waktu pelaksanaan yang tercantum dalam papan proyek, yakni selama 30 hari kalender, sehingga dapat segera dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih di tengah kondisi kemarau.

