BERITAINHU.COM, INHU – Kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Peranap, Kelurahan Peranap, Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Selasa malam (24/2/2026) sekira pukul 20.10 WIB. Sebanyak 13 unit toko dan kios dilaporkan ludes dilalap si jago merah.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah adanya laporan dari masyarakat yang melihat kobaran api muncul di salah satu warung di area pasar. Api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lain yang berdempetan di sekitarnya.
Kronologis Kejadian
Berdasarkan keterangan saksi, titik api awalnya terlihat berasal dari warung kedai lotek milik Butet. Dalam waktu singkat, api membesar dan menyambar toko-toko di sampingnya, sehingga menyebabkan kebakaran meluas.
Adapun 13 unit toko dan kios yang terbakar antara lain:
Kios sembako milik Wita
Kios mie ayam bakso Bukde Ima
Kios rempah-rempah milik Adang Apuk
Toko jam tangan milik Ica
Kios pangkas rambut milik Saran
Toko barang harian milik Ize
Toko barang harian milik Tanjung
Kios sarapan milik Butet
Toko Emas Anugrah Baru milik AL
Toko Emas Harapan Baru milik Amrizal
Toko Emas Bintang Harapan milik Afif
Toko Murni Baru milik Em
Toko Emas Sinar Agung milik H. Safrudin
Sejumlah saksi yang telah dimintai keterangan di antaranya Nanda, Edo, dan Nanda Saputra.
Tindakan dan Penanganan
Petugas yang menerima laporan langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pemadaman bersama pihak terkait. Api berhasil dipadamkan setelah beberapa waktu, dan petugas kemudian memasang garis polisi (police line) di sekitar lokasi guna kepentingan penyelidikan.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.
Tidak Ada Korban Jiwa
Dalam peristiwa tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Namun, kerugian material akibat kebakaran masih dalam proses pendataan dan belum dapat diperkirakan secara pasti.
Peristiwa ini mengejutkan warga sekitar, mengingat kebakaran terjadi pada malam hari saat aktivitas pasar mulai sepi. Masyarakat diimbau tetap waspada dan memastikan instalasi listrik maupun peralatan memasak dalam kondisi aman guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

