PEKANBARU — Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Riau kembali mendorong peran aktif anggota Pramuka dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui Pramuka Impact Summit 2026.
Kegiatan bertajuk “Gerakan Pramuka Berdampak” tersebut mengusung tema “Mewujudkan Dampak Nyata Melalui Kolaborasi, Inovasi, dan Aksi untuk SDGs.” Kegiatan dijadwalkan berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu–Minggu, 26–27 September 2026.
Program ini terbuka bagi guru, ASN, pegiat sosial, serta anggota Pramuka aktif yang memiliki minat dalam bidang pemberdayaan masyarakat. Peserta diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan serta dalam kondisi sehat jasmani dan rohani.
Untuk memperluas partisipasi, pendaftaran dilakukan secara kolektif dengan jumlah 5–10 orang. Bagi kakak pembina maupun anggota muda yang membutuhkan sertifikat dengan Jam Pelajaran (JamPel), tersedia formulir khusus.
Lima Pemateri Hadir
Kwarda Riau menghadirkan lima pemateri dengan latar belakang dan kompetensi yang beragam.
Pemateri pertama, Alfa Nonie, Waka Humas Informatika Kwarda Riau, akan membawakan materi “Peran Pramuka dalam Pencapaian SDGs dan Program LLP.”
Selanjutnya, Jacky Nurwandy, Pelatih Pusdiklatda Riau, menyampaikan materi “Fundamental arah pendidikan gerakan pramuka pada pencapaian SDGs.”
Ari W Adipratomo, Pendiri BWAH Indonesia, akan mengangkat tema “Menjadi Pramuka Peduli Lingkungan.”
Kemudian Sri Hajjah Purba, S.K.M., M.K.M., Praktisi Kesehatan Masyarakat, membawakan materi “Pemberdayaan Masyarakat dalam Kecamatan Gerakan Kepemudaan.”
Sementara itu, dr. Agustiawan, M.K.M., Praktisi Kesehatan dan Pembina Pramuka, akan membahas “Peran Pramuka dalam Pencapaian SDGs Pendidikan dan Kesehatan.”
Peserta Mendapat Sejumlah Fasilitas
Selain mendapatkan materi pelatihan dalam bentuk softcopy PPT, peserta juga akan memperoleh sejumlah fasilitas, di antaranya alat tulis (pulpen), pin kegiatan, e-certificate yang dikirim melalui email pribadi, serta tiska.
Adapun biaya pendaftaran yang tercantum dalam informasi kegiatan yakni Rp20.000 untuk piagam non-JP bagi peserta didik. Sementara sertifikat/ijazah dengan 10–12 JP dikenakan biaya Rp60.000, khusus untuk pembina, umum, dan ASN.
Melalui kegiatan ini, Kwarda Riau menempatkan Gerakan Pramuka tidak sekadar sebagai kegiatan kepanduan, tetapi juga sebagai wadah untuk membangun kolaborasi, inovasi, kepedulian sosial, lingkungan, pendidikan, dan kesehatan yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Dengan semangat “Gerakan Pramuka Berdampak”, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan gagasan dan aksi nyata yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi generasi muda terhadap pembangunan.
Sumber: Kwarda Riau / informasi kegiatan Pramuka Impact Summit 2026.