INHU – Warga Desa Kerubung Jaya, Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), digegerkan dengan peristiwa meninggalnya seorang pria yang diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Kamis (7/5/2026).
Korban diketahui bernama Suhartono (53), warga setempat. Peristiwa tragis itu terjadi tepat pada hari ke-40 wafatnya sang istri, sehingga membuat masyarakat sekitar merasa terkejut sekaligus prihatin.
“Korban mengakhiri hidup tepat di 40 hari meninggalnya sang istri,” ungkap Sarji kepada awak media.
Pj. Kepala Desa Kerubung Jaya, Sugeng Riadi, S.Hut, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun ia menyebut saat itu Camat Batang Cenaku, Badauwanni, S.Sos, berada langsung di lokasi untuk bertakziah sekaligus memantau situasi.
“Yang berada di lapangan Pak Camat, beliau juga bertakziah,” ujar Sugeng singkat melalui pesan WhatsApp.
Hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab korban nekat melakukan tindakan tersebut. Minimnya informasi dari lokasi membuat awak media masih berupaya menghimpun keterangan lebih lanjut.
Sementara itu, Sekretaris Desa Kerubung Jaya, Tomy Ardian, juga belum banyak memberikan penjelasan terkait peristiwa tersebut.
“Waalaikum salam, wait ya Pak,” balasnya singkat melalui pesan seluler.
Keterangan lebih rinci justru disampaikan Camat Batang Cenaku, Badauwanni, S.Sos. Berdasarkan cerita warga sekitar, korban dikenal sebagai pribadi yang rajin beribadah dan aktif berzikir di masjid.
“Menurut tetangganya, almarhum dikenal tekun beribadah, sering duduk berzikir di masjid setelah Magrib hingga Isya. Dari sisi ekonomi juga tergolong cukup,” jelas Badauwanni.
Ia menambahkan, dugaan sementara korban mengalami tekanan batin mendalam setelah kehilangan sang istri. Selain itu, dari informasi yang diperoleh warga, korban juga disebut merasa kurang mendapatkan perhatian dari anak-anaknya yang seluruhnya telah berkeluarga.
“Korban memiliki dua anak laki-laki yang sudah menikah. Diduga beliau merasa sangat sedih dan kecewa karena merasa kurang diperhatikan,” tambahnya.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Warga berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan menghadapi cobaan tersebut.***
Artikel ini juga telah terbit di MON

