INHU — Rangkaian Kuliah Kerja Profesi (KKP) Serdik Sespimmen Angkatan 67 Pokjar VI di wilayah hukum Polres Indragiri Hulu (Inhu), Polda Riau, resmi berakhir, Rabu (16/9/2026).
Selama berada di Kabupaten Indragiri Hulu, sebanyak 10 Serdik bersama Paping pendamping melaksanakan berbagai kegiatan lapangan, mulai dari pengumpulan data terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), evaluasi hingga edukasi langsung kepada masyarakat melalui kegiatan door to door system (DDS).
Kapolres Indragiri Hulu AKBP Eka Ariandy Putra, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kasi Humas Aiptu Misran, S.H., mengatakan, rangkaian KKP tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran para Serdik untuk melihat secara langsung berbagai persoalan di lapangan, khususnya terkait penanganan dan pencegahan karhutla.
“Dalam rangkaian penutupan KKP, Serdik melakukan pengumpulan data penanganan karhutla melalui penyebaran kuesioner kepada PJU Polres Indragiri Hulu. Selain itu, mereka juga melaksanakan sosialisasi secara door to door kepada masyarakat terkait pencegahan karhutla,” ujar Aiptu Misran.
Kegiatan diawali dengan pembukaan sekaligus penutupan KKP di Mapolres Indragiri Hulu. Dalam kesempatan tersebut, para Serdik melakukan evaluasi terhadap seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan selama berada di wilayah hukum Polres Inhu.
Salah satu agenda utama adalah pengumpulan data melalui kuesioner yang disampaikan kepada Pejabat Utama (PJU) Polres Inhu. Data tersebut digunakan untuk memperoleh gambaran mengenai pola penanganan, pencegahan serta koordinasi dalam menghadapi ancaman karhutla di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu.
Informasi yang diperoleh selanjutnya menjadi bagian dari bahan pembelajaran, analisis dan penyusunan laporan hasil pelaksanaan KKP.
Turun Langsung Temui Warga
Usai kegiatan di Mapolres Inhu, para Serdik melanjutkan kegiatan DDS di wilayah Kecamatan Rengat.
Dengan mendatangi masyarakat secara langsung, para Serdik menyampaikan edukasi mengenai bahaya karhutla sekaligus mengajak masyarakat berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Pendekatan door to door tersebut juga menjadi sarana untuk membangun komunikasi secara langsung dengan masyarakat serta menggali pemahaman dan kepedulian warga terhadap persoalan karhutla.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat turut menerima paket vitamin, masker serta flyer yang berisi informasi mengenai pencegahan karhutla.
Pemberian paket tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian kepada masyarakat, terutama dalam situasi ketika wilayah berpotensi terdampak asap maupun penurunan kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan.
Menurut Aiptu Misran, kegiatan KKP tersebut memberikan pengalaman lapangan bagi para Serdik sekaligus menghadirkan manfaat edukatif bagi masyarakat.
Bagi para Serdik, kegiatan menjadi kesempatan untuk memahami secara langsung persoalan karhutla, pola penanganan serta komunikasi dengan masyarakat. Sementara bagi warga, kegiatan tersebut memberikan tambahan informasi mengenai bahaya karhutla dan pentingnya pencegahan secara bersama-sama.
Rangkaian KKP Pokjar VI tersebut didampingi Paping Kombes Pol. Junoto, S.I.K., M.H., dan Kombes Pol. Galih Indragiri, S.I.K., dengan jumlah Serdik sebanyak 10 orang.
Kesepuluh Serdik tersebut yakni Roland Olaf Ferdinan, S.H., S.I.K., M.Si.; Hendrie Suryo Liquisasono, S.H., S.I.K., M.A.P.; Dr. Ardi Purboyo, S.H., S.I.K., M.M.; Betty Purwanti, S.I.K.; Aulia Rahmad, S.I.K., M.H.; Hary Kartono, S.I.K.; Alexander Putra, S.H., S.I.K.; Alfiando Papona, S.I.K.; Rio Maurice Prakarsa Banjaranhor, S.H., S.I.K., M.H.; dan Mustafa Bugis.
Sebagai penanda berakhirnya rangkaian KKP, kegiatan ditutup dengan penyerahan plakat sebagai bentuk apresiasi serta dokumentasi bersama jajaran Polres Indragiri Hulu.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib dan lancar. Selanjutnya, para Serdik mempersiapkan pergeseran menuju Kota Pekanbaru, sekaligus melakukan dokumentasi, pengolahan data dan penyusunan hasil kegiatan sebagai bahan laporan KKP Pokjar VI.
Berakhirnya KKP di Polres Indragiri Hulu tidak hanya menjadi penutup kegiatan pembelajaran para Serdik, tetapi juga menghasilkan pengalaman lapangan, data terkait penanganan karhutla serta kegiatan edukasi langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya mencegah kebakaran hutan dan lahan.***