Kanal

Tingkatkan Mutu Pembelajaran, Bimtek Literasi dan Numerasi Digelar di SDN 017 Titian Resak

INHU — Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat kemampuan literasi dan numerasi peserta didik terus dilakukan di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Salah satunya melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi dan Numerasi yang digelar di SDN 017 Titian Resak, Kecamatan Seberida, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti para kepala sekolah dan guru dari sejumlah sekolah dasar yang berasal dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Batang Gansal, Batang Cenaku dan Seberida.

Dari Kecamatan Batang Gansal, peserta berasal dari SDN 004 Rantau Langsat, SDN 015 Penyaguan dan SDS Lestari. Sementara dari Kecamatan Batang Cenaku diikuti perwakilan SDN 020 Kuala Gading, SDN 009 Bukit Lipai, SDN 012 Bukit Lingkar dan SDN 021 Talang Bersemi.

Sedangkan SDN 017 Titian Resak Kecamatan Seberida bertindak sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan.

Bimtek ini dibuka langsung oleh Kepala Korwil Dinas Pendidikan Kecamatan Seberida, Sudar, S.Pd. Hadir sebagai narasumber, Fasilitator Daerah (Fasda) Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hulu, Darminingsih, S.Pd., MM.

Dalam arahannya, Sudar, S.Pd., menekankan bahwa penguatan literasi dan numerasi tidak semata-mata menjadi tanggung jawab guru mata pelajaran tertentu, tetapi merupakan bagian penting dari proses pembelajaran secara menyeluruh.

Menurutnya, kemampuan membaca, memahami informasi, berpikir kritis serta menggunakan konsep angka dalam kehidupan sehari-hari merupakan fondasi penting yang harus terus dibangun sejak pendidikan dasar.

“Literasi dan numerasi harus menjadi bagian dari budaya belajar di sekolah. Guru perlu terus mengembangkan cara pembelajaran yang membuat siswa tidak hanya mampu menjawab soal, tetapi juga memahami, menganalisis dan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sudar dalam arahannya.

Sementara itu, narasumber Darminingsih, S.Pd., MM., dalam paparannya memberikan penguatan kepada para kepala sekolah dan guru mengenai pentingnya strategi pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa.

Ia mendorong guru agar tidak terpaku pada metode pembelajaran yang monoton. Materi literasi dan numerasi, kata dia, dapat dikembangkan melalui berbagai aktivitas pembelajaran yang dekat dengan kehidupan peserta didik.

“Guru memiliki peran penting dalam membangun kemampuan literasi dan numerasi anak. Pembelajaran harus dibuat bermakna, kontekstual dan mendorong siswa untuk berpikir, bukan sekadar menghafal,” papar Darminingsih.

Menurutnya, peningkatan kemampuan literasi dan numerasi membutuhkan proses yang berkelanjutan. Karena itu, kolaborasi antara kepala sekolah, guru dan seluruh unsur pendidikan sangat diperlukan agar program yang dijalankan tidak berhenti pada kegiatan Bimtek semata, tetapi benar-benar diterapkan dalam proses belajar mengajar.

Sebagai tuan rumah, Kepala SDN 017 Titian Resak, Muhammad Zumar, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan sekolahnya sebagai tempat pelaksanaan Bimtek.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi forum menerima materi, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik baik antarpendidik dari berbagai sekolah dan kecamatan.

“Kami merasa senang dan bangga SDN 017 Titian Resak dipercaya menjadi tuan rumah. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi seluruh peserta dan ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di sekolah masing-masing untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta kemampuan literasi dan numerasi peserta didik,” ungkap Muhammad Zumar.

Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif. Para peserta tidak hanya mendapatkan pemaparan materi, tetapi juga memiliki kesempatan berdiskusi, bertukar pengalaman dan memperkuat pemahaman mengenai penerapan literasi serta numerasi dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.

Melalui Bimtek ini, diharapkan para kepala sekolah dan guru semakin memiliki bekal dalam menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, kontekstual dan menyenangkan, sehingga kemampuan literasi dan numerasi peserta didik dapat terus berkembang.

Dari Titian Resak, semangat meningkatkan kualitas pendidikan kembali ditegaskan: guru belajar, guru berbagi, dan pada akhirnya siswa yang mendapatkan manfaat.(sur)

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER