SEBERIDA, INHU – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian serius di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau. Tim penyuluh dari Mabes TNI turun langsung ke Kecamatan Seberida untuk memberikan edukasi sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya karhutla.
Kegiatan penyuluhan dalam rangka pencegahan dan penanggulangan karhutla tersebut digelar Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, bertempat di Aula Kantor Kecamatan Seberida.
Tim penyuluh Mabes TNI berjumlah enam personel dan dipimpin Kolonel Kum Heri Krisdyanto. Kegiatan tersebut diikuti 56 peserta, terdiri dari 55 masyarakat dan satu personel Polri.
Dalam kegiatan itu, tim memberikan penyuluhan dan berdialog langsung dengan masyarakat mengenai pentingnya mencegah terjadinya karhutla. Edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepedulian warga terhadap kondisi lingkungan, khususnya di wilayah yang memiliki potensi terjadinya kebakaran.
Kolonel Kum Heri Krisdyanto menegaskan, pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
“Pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan kepedulian dan kerja sama seluruh masyarakat. Kita harus meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pencegahan sejak dini agar kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalisir,” ujarnya.
Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi salah satu kunci utama dalam mencegah kebakaran. Karena itu, warga diharapkan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api, terutama ketika berada di kawasan yang rawan kebakaran.
Tak berhenti pada penyuluhan, Tim Mabes TNI juga dijadwalkan melakukan peninjauan langsung ke lokasi bekas kebakaran di Desa Paya Rumbai pada Kamis (3/9/2026).
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat kondisi lapangan sekaligus memperkuat langkah pencegahan agar kebakaran yang pernah terjadi tidak kembali terulang.
Masyarakat pun diimbau untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran agar dapat ditangani sedini mungkin sebelum api meluas.
“Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Sekecil apa pun api, jika tidak terkendali dapat menimbulkan dampak yang besar. Mari kita cegah karhutla sejak dini dan jangan menunggu sampai api membesar,” tegasnya.
Pencegahan karhutla membutuhkan kepedulian semua pihak. Aparat dan masyarakat harus bergerak bersama, sebab satu kelalaian kecil dapat berujung pada kebakaran yang berdampak luas.
Jangan tunggu asap mengepul dan api membesar. Warga adalah garda terdepan dalam mencegah karhutla. Jika melihat titik api, segera laporkan dan jangan mengambil risiko dengan membiarkan api tanpa pengawasan.
Kegiatan penyuluhan berlangsung dalam keadaan aman dan terkendali.***