Kanal

40 Hari Mengabdi, Kini Harus Pergi: Perpisahan Mahasiswa KKN UIN Suska Riau di Desa Danau Tiga Penuh Haru

INHU – Empat puluh hari mungkin terdengar singkat. Namun bagi mahasiswa KKN UIN Suska Riau yang mengabdikan diri di Desa Danau Tiga, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), waktu tersebut telah cukup untuk menciptakan begitu banyak cerita, pengalaman dan kedekatan bersama masyarakat.

Kini, masa pengabdian itu harus berakhir.

Suasana haru menyelimuti malam perpisahan mahasiswa KKN UIN Suska Riau bersama Pemerintah Desa Danau Tiga dan masyarakat, Sabtu malam (29/8/2026). Bertempat di lingkungan Kantor Desa Danau Tiga, acara tersebut menjadi momen terakhir kebersamaan sebelum para mahasiswa kembali ke kampus dan melanjutkan aktivitas mereka.

Kepala Desa Danau Tiga, Sarno, hadir bersama aparatur desa dan sejumlah masyarakat. Malam itu bukan sekadar acara penutupan KKN, melainkan menjadi ruang untuk mengenang kembali perjalanan selama kurang lebih 40 hari.

Satu per satu kegiatan yang telah dilakukan mahasiswa disampaikan melalui laporan. Mulai dari keterlibatan dalam berbagai kegiatan desa hingga aktivitas bersama masyarakat, semuanya menjadi bagian dari perjalanan yang tak mudah dilupakan.

Ketua Koordinator Desa (Kordes) mahasiswa KKN, M. Fadly Al Amin Harahap, dalam sambutannya mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh masyarakat Desa Danau Tiga yang telah menerima mereka seperti keluarga sendiri.

“Empat puluh hari kami berada di sini mungkin tidak terasa lama, tetapi begitu banyak hal yang kami dapatkan. Kami datang sebagai mahasiswa, tetapi selama berada di sini kami merasa menjadi bagian dari keluarga Desa Danau Tiga,” ujar Fadly.

Ia mengaku banyak pengalaman yang tidak akan mereka dapatkan hanya dari bangku perkuliahan.

“Kami belajar tentang kebersamaan, tentang kepedulian, tentang bagaimana hidup berdampingan dengan masyarakat. Semua itu akan menjadi kenangan yang kami bawa pulang. Terima kasih karena sudah menerima kami, membantu kami dan memberikan begitu banyak cerita selama kami berada di sini,” tuturnya.

Fadly juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan KKN terdapat perkataan maupun perbuatan yang kurang berkenan di hati masyarakat.

“Jika selama 40 hari ini ada salah kata, salah sikap atau program yang belum maksimal, kami mohon maaf. Kami juga berharap jangan sampai berakhirnya KKN membuat silaturahmi kita ikut berakhir,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Danau Tiga, Sarno, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah menjalankan pengabdian dengan baik dan ikut berbaur bersama masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang telah mengabdikan diri di Desa Danau Tiga. Kehadiran kalian selama 40 hari tentu meninggalkan kesan tersendiri bagi kami dan masyarakat,” ujar Sarno.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa bukan hanya memberikan manfaat melalui program-program yang dijalankan, tetapi juga menghadirkan semangat dan suasana baru di tengah masyarakat.

“Kami juga memohon maaf apabila selama berada di desa ada kekurangan dari kami. Jangan anggap malam ini sebagai akhir dari hubungan kita. Mudah-mudahan silaturahmi tetap terjalin dan suatu saat nanti adik-adik bisa kembali berkunjung ke Desa Danau Tiga,” harapnya.

Momen paling mengundang nostalgia hadir ketika video dokumentasi perjalanan KKN diputar. Layar menampilkan kembali berbagai aktivitas mahasiswa selama berada di Desa Danau Tiga.

Tawa dan senyum sesekali terdengar. Namun di balik itu, terselip rasa haru karena kebersamaan yang selama ini dijalani bersama masyarakat kini harus berakhir.

Malam semakin larut ketika mahasiswa menyerahkan cinderamata kepada Pemerintah Desa Danau Tiga sebagai tanda kenang-kenangan. Cinderamata tersebut diserahkan Ketua Kordes, M. Fadly Al Amin Harahap, dan diterima langsung oleh Kepala Desa Sarno.

Acara kemudian ditutup dengan foto bersama dan bersalaman.

Satu per satu tangan berjabat. Senyum mengiringi perpisahan. Namun malam itu seolah menyampaikan satu pesan sederhana: perpisahan bukan berarti kehilangan, melainkan jeda sebelum kembali bertemu dalam kesempatan yang berbeda.

Selama 40 hari, para mahasiswa datang membawa tugas pengabdian. Mereka kemudian pulang membawa sesuatu yang jauh lebih berharga—pengalaman, persaudaraan dan kenangan tentang sebuah desa yang pernah menjadi rumah bagi mereka.

KKN telah selesai. Langkah mereka mungkin kembali menuju kampus dan kehidupan masing-masing.

Namun bagi Desa Danau Tiga, nama dan cerita para mahasiswa itu akan tetap menjadi bagian dari perjalanan kecil yang pernah mereka ukir bersama.(Surya)

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER