SEBERIDA, INHU – Suasana duka dan kepanikan menyelimuti warga Dusun Aur Kuning, Kelurahan Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida, Rabu (10/6/2026) sore. Seorang bocah berusia 11 tahun dilaporkan tenggelam dan hanyut di derasnya arus Sungai Cenaku saat mandi bersama dua rekannya.
Korban diketahui bernama Muhammad Fattah Athoriq alias Denis (11), seorang pelajar kelas V SD yang berdomisili di Gang Prabu, Kelurahan Pangkalan Kasai. Hingga Rabu petang, korban masih dalam pencarian oleh tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Seberida, warga, serta tim penanggulangan bencana.
Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban awalnya pergi bermain bersama teman-temannya. Namun, setelah bertemu dengan dua rekannya, korban mengajak mereka mandi di Sungai Cenaku.
Saat asyik bermain air, salah seorang teman korban terpeleset ke bagian sungai yang dalam. Melihat temannya dalam bahaya, Fattah tanpa ragu berusaha memberikan pertolongan. Namun nahas, derasnya arus dan kedalaman sungai justru membuat dirinya kesulitan menyelamatkan diri.
Korban sempat berusaha berpegangan pada tubuh temannya yang saat itu bertahan dengan sebatang kayu kecil. Karena kondisi yang sangat berbahaya, upaya penyelamatan tidak berhasil dilakukan. Beberapa saat kemudian pegangan korban terlepas dan tubuhnya hanyut terbawa arus Sungai Cenaku.
Menyaksikan kejadian tersebut, kedua teman korban berlari meminta bantuan warga. Warga yang mendapat informasi langsung berdatangan ke lokasi dan melakukan pencarian sebelum akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polsek Seberida.
Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Seberida KOMPOL Handono Sujaryanto, S.Sos., M.H. segera mengerahkan personelnya ke lokasi untuk membantu proses pencarian. Hingga malam hari, aparat kepolisian bersama masyarakat masih menyisir sepanjang aliran sungai.
Peristiwa ini juga mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kecamatan. Camat Seberida, Wisnu Subroto, turut turun langsung ke lokasi untuk memantau jalannya pencarian serta memberikan dukungan kepada keluarga korban dan warga yang terlibat dalam upaya pencarian.
Ratusan warga tampak memadati tepian Sungai Cenaku. Harapan agar korban segera ditemukan terus dipanjatkan, sementara tim pencari bekerja tanpa mengenal waktu menyusuri aliran sungai yang dikenal memiliki arus cukup deras.
Hingga berita ini diturunkan, korban masih belum ditemukan dan pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan bersama masyarakat setempat. Situasi di lokasi berlangsung penuh haru, dengan keluarga korban menanti kabar di tepi sungai sambil berharap keajaiban datang di tengah operasi pencarian yang masih berlangsung.(sur)