BERITAINHU.COM, INHU – Kondisi jembatan penghubung antar desa di Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), kian memprihatinkan dan dinilai sudah berada dalam status darurat. Jembatan yang melintasi Sungai Tenaku ini menghubungkan Desa Batu Papan dengan Desa Alim, Lahay Kemuning, hingga Sanglap, serta menjadi akses vital bagi mobilitas dan perekonomian masyarakat.
Pantauan di lapangan menunjukkan lantai jembatan yang terbuat dari papan kayu telah banyak yang hancur dan rapuh. Sejumlah papan tampak patah, berlubang, bahkan nyaris terlepas, sehingga sangat membahayakan para pengguna jalan. Kondisi ini semakin berisiko mengingat jembatan tersebut setiap hari dilalui kendaraan bermuatan berat, khususnya mobil pengangkut buah kelapa sawit.
Warga setempat menyebutkan, jembatan tersebut dibangun sekitar tahun 1996 hingga 1999.
Pada awal pembangunannya, lantai jembatan dilapisi plat besi dengan tujuan memperlambat pelapukan kayu. Selain itu, pada masa tersebut kayu berkualitas dengan usia tua masih mudah diperoleh, berbeda dengan kondisi saat ini.
“Dulu kendaraan bermuatan berat jarang lewat, karena mayoritas masyarakat masih bergantung pada hasil getah karet. Sekarang hampir semuanya sudah beralih ke sawit, otomatis kendaraan yang melintas jauh lebih berat dan tidak sesuai lagi dengan perencanaan awal jembatan,” ujar salah seorang warga.
Menurut warga, perubahan pola ekonomi masyarakat tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas infrastruktur. Akibatnya, jembatan yang semula dirancang untuk beban ringan kini dipaksa menahan beban berat secara terus-menerus hingga mengalami kerusakan parah.
Masyarakat pun berharap pemerintah daerah segera melakukan rehabilitasi menyeluruh. Jika perbaikan dilakukan, warga mengusulkan agar lantai jembatan diganti dengan konstruksi cor beton agar lebih kuat, tahan lama, dan tidak memerlukan perbaikan berulang setiap tahun.
“Kami sangat berharap Pemda Inhu segera turun tangan. Jembatan ini sudah berkali-kali diusulkan untuk direhab, baik pada masa bupati terdahulu maupun sekarang, tapi belum ada tanda-tanda perbaikan. Padahal ini akses utama antar desa dan jalur ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Warga menegaskan, apabila tidak segera ditangani, kondisi jembatan dikhawatirkan dapat menimbulkan kecelakaan dan menghambat aktivitas ekonomi warga di wilayah Batang Cenaku.