Kanal

Kacang Panjang, Si Panjang Bergizi Jadi Andalan Dapur Warga Saat Kemarau

BATANG GANSAL, INHU – Di tengah kemarau panjang, pekarangan rumah Bapak Herlangga di Desa Seberida tetap hijau. Isinya kacang panjang. Panjang, rimbun, dan siap petik.

Kamis, 27 Agustus 2026 sekitar pukul 10.30 WIB, Briptu Jeji MS. Tarigan,  melaksanakan peninjauan ketahanan pangan pekarangan bergizi di rumah Bapak Herlangga, Desa Seberida, Kec. Batang Gansal. Ini bagian dari dukungan Polsek Batang Gansal terhadap Program Asta Cita Presiden tentang Ketahanan Pangan.

"Kacang panjang ini penyelamat saat kemarau. Tahan panas, cepat berbuah, 45 hari sudah panen. Bisa dipetik tiap 3 hari sekali. 1 tiang bambu bisa hasilkan 3-4 kg. Lumayan buat sayur lodeh dan tambahan ekonomi," kata Briptu Jeji MS. Tarigan saat berdialog dengan pemilik pekarangan.

Pekarangan bergizi dipilih karena lahannya sempit tapi hasilnya maksimal. Kacang panjang butuh tiang rambat, air sedikit, dan perawatan mudah. Cocok untuk warga Desa Seberida yang punya lahan terbatas di halaman rumah.

Dalam peninjauan, Briptu Jeji juga beri motivasi ke Bapak Herlangga dan warga sekitar: tanam bergilir biar panen terus, gunakan pupuk kompos dari sampah dapur, dan manfaatkan air bekas cuci beras untuk penyiraman. Tujuannya satu, tiap rumah punya sayur sendiri, tidak tergantung harga pasar.

Kapolsek Batang Gansal, Iptu Jimmy Lano, S.Sos., menegaskan pekarangan bergizi adalah jawaban cepat di musim kemarau.

"Program Asta Cita itu harus dirasakan sampai ke dapur. Kacang panjang Bapak Herlangga ini contohnya. Sesuai UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan UU No. 19 Tahun 2013 tentang Pemberdayaan Petani, kita dorong kemandirian pangan dari halaman sendiri. Polsek Batang Gansal siap kawal dan ajak RT lain ikut menanam," tegas Iptu Jimmy Lano.

 

 

 

 

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER