INHU – Musim kemarau mulai memberikan dampak terhadap pertumbuhan tanaman jagung pipil yang dibudidayakan masyarakat di Desa Seberida, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).
Kondisi tersebut diketahui saat personel Polsek Batang Gansal melakukan pengecekan tanaman jagung pipil pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kegiatan ini merupakan bagian dari pemantauan program ketahanan pangan dalam rangka mendukung program Asta Cita Presiden dan swasembada pangan tahun 2026.
Dalam pengecekan tersebut, tanaman jagung diketahui telah berusia sekitar 60 hari. Namun, kondisi cuaca yang masih didominasi kemarau membuat tanaman mulai mengalami kekurangan air sehingga pertumbuhannya perlu mendapat perhatian dan pemantauan lebih lanjut.
Pengecekan dilakukan Bripda Bayu Tegar Sanjaya di lahan pertanian milik masyarakat Desa Seberida. Selain memantau kondisi tanaman, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan program penanaman jagung tetap berjalan di tengah tantangan perubahan cuaca.
Masyarakat masih melakukan perawatan dan pengerjaan lahan secara mandiri. Dengan kondisi kemarau, pemantauan secara berkala dinilai penting agar tanaman jagung yang sudah memasuki usia sekitar dua bulan tersebut dapat tumbuh dan menghasilkan sesuai harapan.
Kapolsek Batang Gansal IPTU Jimmy Lano, S.Sos., mengatakan kegiatan pengecekan dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan sekaligus untuk mengetahui secara langsung perkembangan tanaman jagung milik masyarakat.
“Kondisi tanaman terus kita pantau, terutama di tengah musim kemarau seperti saat ini. Diharapkan masyarakat tetap melakukan perawatan semaksimal mungkin agar tanaman dapat bertahan dan memberikan hasil yang baik,” ujarnya.
Kegiatan pengecekan berlangsung aman dan kondusif. Pemantauan terhadap perkembangan tanaman jagung akan terus dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan tahun 2026.