INHU – Komitmen dalam mendukung lahirnya generasi kreatif terus ditunjukkan Studio Photo Satria Production, yang berlokasi di Desa Titian Resak, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Pada tahun 2026 ini, studio tersebut kembali menerima enam siswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari dua sekolah kejuruan untuk mendalami dunia industri kreatif.
Enam siswa tersebut terdiri dari tiga siswa SMKN 1 Seberida dan tiga siswa SMK Al-Multazam Batang Cenaku. Seluruhnya merupakan siswa Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) yang menjalani masa magang selama empat bulan, mulai Juni hingga Oktober 2026.
Selama mengikuti PKL, para siswa dibimbing langsung oleh Jimmy Gabont, owner sekaligus fotografer Satria Photo. Mereka tidak hanya mempelajari teknik fotografi dan videografi, tetapi juga dibekali kemampuan desain grafis, editing foto dan video, hingga strategi membuat konten kreatif untuk berbagai platform media sosial.
Jimmy Gabont mengatakan, Satria Photo telah menjadi mitra berbagai sekolah dalam program magang sejak tahun 2018. Menurutnya, pengalaman belajar langsung di lapangan menjadi bekal penting bagi siswa untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
"Sejak tahun 2018, Satria Photo rutin menerima siswa magang jurusan DKV dari berbagai sekolah. Kami ingin mereka tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga memiliki pengalaman nyata di dunia industri kreatif. Di sini mereka belajar fotografi, videografi, desain grafis, editing, hingga bagaimana membuat konten digital yang menarik dan memiliki nilai jual," ujar Jimmy Gabont.
Perlu dicatat, semua siswa yang melakukan magang di Studio Satria Photo tanpa dipungut biaya alias gratis.
Ia menilai, keterampilan di bidang desain dan editing kini menjadi kebutuhan utama bagi generasi muda. Dengan menguasai kemampuan tersebut, siswa memiliki peluang lebih besar untuk berkarier maupun membangun usaha mandiri di era digital.
"Saya berpesan kepada anak-anak sekolah agar serius belajar desain grafis dan editing. Skill ini sangat dibutuhkan di zaman sekarang dan bisa dimanfaatkan untuk bekerja, berwirausaha, maupun menghasilkan karya di media sosial. Daripada waktu habis untuk bermain game, lebih baik diasah dengan keterampilan yang bermanfaat untuk masa depan," tambahnya.
Selain mengembangkan kemampuan teknis, para peserta magang juga diajarkan membangun kreativitas, disiplin kerja, komunikasi dengan klien, hingga memahami proses produksi konten dari tahap perencanaan, pengambilan gambar, editing, sampai publikasi di media sosial.
Melalui program PKL ini, Satria Photo berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak lulusan SMK yang kompeten, kreatif, dan siap bersaing di dunia kerja maupun industri kreatif yang terus berkembang pesat.(sur)