Kanal

Presisi di Pekarangan: Briptu Syahrul Cek Panen Timun Bapak Paimin Tepat Waktu, Wujud Nyata Polisi Peduli Gizi Warga

INDRAGIRI HULU (Inhu) – Ketepatan waktu bukan hanya soal patroli atau respons cepat terhadap laporan warga. Di Desa Seberida, Kecamatan Batang Gansal, presisi juga ditunjukkan oleh Briptu Syahrul Rahmadhani, S.H., saat memantau tanaman timun milik Bapak Paimin pada Rabu (8/7/2026) pukul 09.55 WIB. Bukan kebetulan, kunjungan ini dilakukan tepat ketika tanaman yang mulai ditanam sejak 20 Mei 2026 itu memasuki fase kritis menjelang panen raya.

Kapolres Inhu, AKBP Eka Ariandy Putra, SH,. SIK,. M.Si melalui Kapolsek Batang Gansal, IPTU Jimmy Lano, S.Sos., sengaja menugaskan personel Bhabinkamtibmasnya untuk hadir di momen yang pas. Tujuannya jelas: memastikan program "Pekarangan Bergizi" tidak sekadar jadi slogan, tapi benar-benar menghasilkan buah yang bisa dinikmati keluarga. Kehadiran polisi di sini berfungsi sebagai support system moral bagi petani rumahan, sekaligus bentuk pengawasan preventif agar lahan produktif tetap terjaga dari gangguan eksternal.

Dari Seragam ke Tanah: Dialog yang Menyuburkan Harapan

Briptu Syahrul tidak datang dengan tangan kosong. Ia membawa serta perhatian tulus terhadap kondisi tanaman dan kesejahteraan pemiliknya. Dalam dialog singkat namun bermakna di pekarangan rumah Bapak Paimin, ia menanyakan perkembangan harian tanaman, kendala yang dihadapi, hingga rencana distribusi hasil panen nanti. Interaksi ini membuktikan bahwa kepolisian modern mampu beradaptasi; dari penegak hukum menjadi mitra pertumbuhan ekonomi mikro warga.

"Saya cek langsung karena tahu persis kapan tanaman ini butuh dukungan maksimal. Ini bukan formalitas, tapi komitmen kami agar setiap bibit yang ditanam warga tidak sia-sia," ungkap Briptu Syahrul, mencerminkan pendekatan pemolisian yang berbasis data dan empati.

Aman, Tertib, dan Produktif: Tiga Pilar Ketahanan Pangan Desa

Selama kegiatan berlangsung, situasi di Desa Seberida terpantau aman, tertib, dan lancar. Tidak ada gesekan, tidak ada gangguan—hanya kolaborasi sunyi antara aparat dan warga yang sama-sama menginginkan desa mereka mandiri pangan. Laporan ini telah disampaikan kepada Kapolres Inhu dan jajaran terkait sebagai bukti bahwa ketahanan pangan nasional dimulai dari hal-hal kecil yang dikerjakan dengan konsisten dan penuh tanggung jawab.

Di era di mana banyak hal terasa serba cepat dan instan, kehadiran polisi di pekarangan warga mengingatkan kita: ketahanan pangan butuh kesabaran, ketelitian, dan kehadiran yang tepat waktu. Dan Briptu Syahrul, bersama Kapolsek Batang Gansal, telah menunjukkan bahwa Polri siap menjadi bagian dari solusi tersebut—bukan hanya di jalanan, tapi juga di balik pagar rumah warga.

(Redaksi)

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER