Indragiri Hulu, Riau — Pagi itu udara Air Molek berhembus sejuk. Di kawasan Rumah Tinggi milik PT Tunggal Perkasa Plantations (PT TPP), deretan bibit pohon mulai berdiri menunggu tangan-tangan yang akan menanam masa depan. Para siswa, aparat kepolisian, komunitas lari, hingga perwakilan perusahaan semua berkumpul untuk satu tujuan, menjaga bumi tetap hijau dan menyuarakan masa depan generasi muda yang bebas narkoba serta selamat di jalan raya.
Kegiatan pada Jumat (21/11) itu, bukan sekadar seremoni. Polsek Pasir Penyu merangkai peringatan Hari Pohon Sedunia dengan sosialisasi bahaya narkoba, edukasi keselamatan lalu lintas, serta agenda Jum’at Curhat untuk mendengar langsung aspirasi warga. Kolaborasi lintas sektor ini menghadirkan suasana penuh kebersamaan antara aparat kepolisian, pemerintah, perusahaan, komunitas, dan pelajar.
Kapolsek Pasir Penyu Kompol Novia Indra, S.H., memimpin langsung jalannya kegiatan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa aksi penghijauan ini merupakan bagian dari Program Green Policing yang dicanangkan Kapolda Riau, yakni gerakan penanaman 21.000 pohon di seluruh wilayah Provinsi Riau. Ajakan untuk menanam, menurutnya, harus menjadi budaya baru yang melekat dalam kehidupan masyarakat.
“Harapan kami, pohon yang ditanam hari ini dapat tumbuh subur dan memberikan manfaat besar bagi lingkungan, baik sebagai penghasil oksigen maupun sebagai bagian dari ekosistem yang harus dijaga. Mulai hari ini, mari kita membiasakan diri menanam satu batang pohon setiap hari sebagai kontribusi terhadap kelestarian lingkungan,” ujar Kompol Novia Indra penuh semangat.
Tak hanya lingkungan yang menjadi perhatian. Kapolsek dan tim turut memberikan sosialisasi tentang bahaya narkoba, ancaman yang semakin merangsek dekat dengan generasi muda. Selain itu, pentingnya tertib berlalu lintas untuk mencegah kecelakaan yang kerap terjadi di jalan raya juga menjadi salah satu materi yang di sosialisasikan. Penyampaian edukasi dilakukan interaktif, menyasar para siswa SMPS Tunggal Lestari, anggota Posisi Cilik, hingga Duta Konservasi yang kelak diharapkan menjadi agen perubahan.
Tak ketinggalan, program Jum’at Curhat membuka ruang dialog antara masyarakat dan kepolisian. Aspirasi, kegelisahan, hingga ide-ide dari warga ditampung langsung, sekaligus memperkuat hubungan kemitraan dan rasa saling percaya.
Dukungan penuh datang dari PT TPP, perusahaan kelapa sawit anak usaha PT Astra Agro Lestari Tbk, yang beroperasi di Indragiri Hulu. Administratur PT TPP, Victor Aybund, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Polsek Pasir Penyu menggerakkan masyarakat dalam kegiatan yang memberikan manfaat nyata.
“Kegiatan seperti penanaman pohon dan edukasi sosial ini bukan hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memperkuat hubungan antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. Kami percaya bahwa upaya menjaga lingkungan dan membangun kesadaran sosial adalah tanggung jawab bersama,” ungkap Victor.
Komunitas Baju Basah yang dikenal aktif dalam kegiatan olahraga dan sosial, turut menyemarakkan suasana. Hal ini menegaskan bahwa kepedulian lingkungan dimulai dari semangat kebersamaan.
Akar-akar pohon yang tertanam hari itu bukan hanya akan menahan tanah dan menciptakan udara yang lebih bersih. Ia menjadi simbol harapan atas generasi muda yang tumbuh sehat tanpa narkoba, harapan atas masyarakat yang semakin tertib dan aman di jalan raya, serta harapan atas lingkungan yang tetap hijau untuk anak cucu kelak.
Lewat aksi nyata bersama ini, Polsek Pasir Penyu, PT TPP, dan komunitas masyarakat membuktikan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas satu pihak, melainkan gerakan bersama. Setiap batang pohon yang berdiri tegak menjadi pengingat bahwa masa depan yang baik memang perlu ditanam, dirawat, dan dijaga sejak hari ini.(*)